Pemkab Mukomuko Genjot Program Cek Kesehatan Gratis, Partisipasi Masyarakat Masih Rendah
Sekretaris Dinkes Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Dinas Kesehatan terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program yang diluncurkan sejak awal tahun 2025 ini sejatinya ditujukan untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara umum bagi masyarakat secara cuma-cuma.
Namun, hingga pertengahan tahun berjalan, capaian keikutsertaan masyarakat dalam program ini masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, dari total 4.344 orang yang mendaftar sebagai peserta, hanya sekitar 63,8 persen atau 2.770 orang yang benar-benar hadir di puskesmas untuk menjalani pemeriksaan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajad Sudrajat, SKM mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi ini diduga disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain keterbatasan tenaga kesehatan, penyebaran informasi yang belum merata, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Penyebab utama rendahnya capaian ini karena keterbatasan sumber daya manusia di puskesmas, sehingga penyebaran informasi belum maksimal. Selain itu, sebagian masyarakat juga mungkin belum memahami manfaat langsung dari program ini,” kata Jajad.
Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan tengah membangun koordinasi lintas sektor, termasuk menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, pihak kepolisian melalui Polres, serta jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
BACA JUGA:2.902 Warga Mukomuko Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
BACA JUGA:Cek Kesehatan Gratis Cegah Penyakit Berat dan Pacu Produktivitas
Harapannya, melalui sinergi ini, informasi tentang program CKG bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bahkan hingga pelosok desa.
“Kita sedang intensif berkoordinasi lintas sektor. Dukungan dari semua pihak sangat penting agar program ini berjalan optimal dan masyarakat tidak kehilangan kesempatan mendapatkan layanan kesehatan gratis,” katanya.
Di sisi lain, Dinkes Mukomuko juga tengah menunggu distribusi bahan habis pakai dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Bahan habis pakai tersebut berupa alat-alat medis untuk keperluan pengecekan kesehatan yang nantinya akan disalurkan ke 17 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Mukomuko.
Selain itu, pemenuhan tenaga kesehatan di puskesmas juga tengah diupayakan melalui penempatan CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), agar pelayanan pemeriksaan kesehatan berjalan maksimal.
Program CKG sendiri mencakup layanan Medical Check Up (MCU) secara umum, bukan diagnosa penyakit spesifik. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran status kesehatan masyarakat dari berbagai kelompok usia. Karena pemeriksaannya bersifat umum dan acak, klasifikasi berdasarkan usia diperlukan guna menganalisis data kesehatan yang lebih akurat.
“Program ini bukan untuk mendiagnosis penyakit tertentu. Ini semacam pemetaan kesehatan masyarakat. Setelah data terkumpul cukup banyak, kita akan bisa melihat kecenderungan masalah kesehatan berdasarkan kelompok usia dan lokasi,” jelasnya.
