Kominfo Mukomuko Siap Petakan Desa Blank Spot Internet
Kepala Dinas Kominfo Mukomuko. Agus Harvinda, ST, M.Si-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mukomuko berencana melakukan pendataan langsung ke sejumlah desa yang mengalami kendala akses internet atau berada dalam kondisi blank spot. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk mendukung pemerataan akses telekomunikasi di wilayah pelosok kabupaten tersebut.
Kepala Dinas Kominfo Mukomuko, Agus Harvinda, ST, M.Si menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menunggu data resmi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko terkait desa-desa yang telah melaporkan tidak adanya sinyal internet. Data dari DPMD tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi tim Diskominfo untuk melakukan verifikasi lapangan.
“Surat permohonan data sudah kami sampaikan ke DPMD. Kalau belum ada data itu, kami tidak bisa bergerak ke lapangan. Karena kami belum tahu desa mana saja yang benar-benar mengalami blank spot,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi dengan DPMD sangat penting karena instansi tersebut yang paling memahami kondisi faktual setiap desa. Terlebih, laporan awal mengenai desa-desa tanpa sinyal internet juga berasal dari para kepala desa yang menyampaikan langsung kepada DPMD.
BACA JUGA:Dinas Kominfo Bakal Data Desa Blank Spot Internet di Mukomuko
BACA JUGA:Pengecekan Desa Blank Spot Internet, Dinas Kominfo Tunggu Surat DPMD
Jika data telah diterima, Diskominfo akan segera mengirimkan tim untuk turun ke desa-desa terdampak, baik yang berada di dataran rendah, kawasan perbukitan, maupun yang dekat dengan hutan lindung atau wilayah yang kerap mengalami hambatan sinyal karena kondisi geografis yang kompleks.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Pendataan ini bukan sekadar administratif, tapi sebagai dasar pengajuan program akses internet ke pusat,” tambahnya.
Namun demikian, Agus tidak menampik bahwa Diskominfo Mukomuko menghadapi keterbatasan peralatan teknis untuk mendeteksi kekuatan sinyal di wilayah tertentu. Saat ini, hanya Balai Monitoring Provinsi Bengkulu selaku Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kementerian Kominfo RI yang memiliki perangkat deteksi sinyal secara akurat.
“Karena itu, kami harus menggandeng pihak lain. Jika data sudah lengkap, kami akan mengajukan proposal ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Kominfo. Harapannya, pada 2025 ini desa-desa yang blank spot bisa mendapatkan jaringan internet secara layak,” ujarnya optimis.
Agus Harvinda berharap, melalui kerja sama lintas instansi dan dukungan semua pihak, kendala akses internet di daerah-daerah tertinggal bisa segera teratasi.
BACA JUGA:Dinas Kominfo Bakal Data Desa Blank Spot Internet di Mukomuko
BACA JUGA:Lagi, Bupati Arie Jemput Bola ke Pusat, Blank Spot Harus Segera Diatasi!
“Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok dalam pelayanan publik, pendidikan, maupun pengembangan ekonomi masyarakat. Kita tidak ingin ada satu pun desa di Mukomuko yang tertinggal hanya karena tidak ada sinyal,” pungkasnya. (rel)
