Reuneuh Mundingeun : Tradisi Unik untuk Perempuan Sunda yang Terancam Moksa
Reuneuh Mundingeun : Tradisi Unik untuk Perempuan Sunda yang Terancam Moksa-Youtube EDUTAINMENT TRANS7 OFFICIAL-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman budaya serta tradisi yang sangat melimpah.
Budaya serta tradisi yang ada di Indonesia biasanya diwariskan secara turun temurun oleh leluhur pada suatu suku tertentu yang sampai saat ini masih dipelihara serta dilestarikan.
Suku Sunda merupakan salah satu suku terbesar yang ada di pulau jawa Indonesia.
Sama seperti suku-suku lain yang ada di Indonesia, suku Sunda yang berada di Provinsi Jawa Barat yang pada saat ini dipimpin oleh Dedi Mulyadi sebagai Gubernurnya, ternyata juga memiliki keunikannya tersendiri.
Tradisi reuneuh mundingeun yang terdapat di suku Sunda merupakan salah satu tradisi unik yang ditujukan hanya kepada kaum perempuan Sunda yang sedang hamil atau mengandung.
BACA JUGA:Ilmu Kanuragan dari Banten, Eks Wilayah Jabar, Warnai Catatan Sejarah Perjuangan Usir Penjajah
Tradisi ini biasanya akan dilakukan jika usia kehamilan perempuan suku Sunda telah melebihi usia 9 bulan 10 hari akan tetapi belum juga melahirkan.
Masyarakat suku Sunda biasanya menyebut perempuan hamil yang belum melahirkan padahal sudah melewati usia kehamilannya dengan sebutan Reuneuh Mundingeun.
Reuneuh Mundingeun sendiri jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia akan memiliki arti Kerbau Bunting.
Penamaan Reuneuh Mundingeun atau bunting kerbau sendiri di ambil karena usia kehamilan perempuan tersebut sama dengan usia bunting hewan kerbau yang melebihi 9 bulan atau 1 tahun.
Tujuan dari ritual adat Reuneuh Mundingeun ini ialah agar perempuan yang sedang hamil tersebut dapat segera melahirkan dengan selamat serta dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
BACA JUGA:Nyaneut, Serapan Budaya Eropa Afternoon Tea ala Sunda dari Garut
