Iklan doni 2

Long Weekend, Puncak Bogor Sabtu dan Minggu Tanpa Angkot

Long Weekend, Puncak Bogor Sabtu dan Minggu Tanpa Angkot - Bima Bagaskara/detikJabar-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Pemprov Jabar bersama dengan Pemda Bogor, mengambil langkah strategis mengurai pemantik kemacetan di Puncak Bogor yang menjadi jujugan pelancong saat Long weekend. Pemda setempat, mengambil langkah meliburkan angkot sejak Sabtu dan Minggu. Pemda memberikan kompensasi sopir angkot Bogor yang diliburkan Rp 200.000 per harinya. 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa masyarakat kang Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah meliburkan para sopir angkot yang biasa beroperasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sebagai upaya meminimalisir potensi kemacetan, karena ribuan kendaraan segera menjujug dan kembali turun gunung pada Minggu lama bersamaan dengan momen libur panjang di penghujung Mei.

Gubernur Dedi bilang, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor yakni Dadang Kosasih selaku Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan.

"Terjadinya macet lagi karena liburan panjang maka saya mengambil antisipasi, Kang Dadang tadi sudah telepon subuh-subuh sama Kang Dadang parkirnya sudah bagus, sudah tertata tetapi masih macet karena jumlahnya terlalu banyak," ujar Dedi Mulyadi melalui unggahannya pada media sosial di akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat, 30 Mei 2025.

BACA JUGA:Pantai Nyi Roro Kidul Ala Dedi Mulyadi, Bisa Genjot PAD Sektor Pariwisata Jabar

BACA JUGA:Dedi Mulyadi dan Mulyono Menggema di Kampus UI, Begini Respons Gubernur Jabar

Kemacetan parah di kawasan puncak Bogor yang menjadi komposan wilayah Provinsi Jawa Barat pada medio Mei lalu, diterapkan kebijakan ganjil genap, sebelum kembali memberlakukan one way lepas dini hari.

Suana puncak Bogor yang asri, selalu menjadi jujugan masyarakat di kawasan Pulau Jawa, bahkan luar Jawa ketika musim libur panjang seperti saat ini. 

Daerah Bogor terkenal, bukan hanya karena kawasannya yang sulit didapatkan di kawasan seperti Jabodetabek. Kawasan Bogor juga mengandung jejak sejarah lampau. 

Kota Bogor awalnya didirikan Belanda pada 1745, makin terkenal dengan keberadaan Kebun Raya Bogor pada 1817 pada kawasan seluas lebih kurang 100 hektar. 

Geografis yang saat itu terjaga, memantik pembangunan entitas pendidikan yakni berdirinya Institut Pertanian Bogor pada 1963 oleh pemerintah Indonesia. Di dalamnya, turut ada lembaga penelitian untuk ilmu kedokteran hewan, peternakan hingga tanaman pangan. 

BACA JUGA:Gubernur Dedi Mulyadi Emosi, Semprot Pendukung Persikas di Tengah Acara

BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Pemprov Bengkulu Cairkan Ini untuk PNS dan PPPK

Maka dari itu, KDM akan mengambil langkah yakni meliburkan kembali para sopir angkot di jalur Puncak Bogor sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan