Gempa Bengkulu dan Aturan Konstruksi Bangunan Sederhana
Gambar diambil dari Buku Saku Petunjuk Konstruksi Bangunan Sederhana terbitan Kementerian PUPR-Radar Utara / Benny Siswanto-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Gempa berkekuatan 6 skala richter (SR) yang merusak perumahan di Bengkulu pada Jumat, 23 Mei 2025 sekitar Pukul 02.52.37 WIB, mengingatkan aturan tentang petunjuk konstruksi bangunan sederhana.
Beleid yang diterbitkan Direktorat Cipta Karya dan Direktorat Perumahan Rakyat, Kementerian PUPR pada 2022 mestinya menjadi rumusan kerja teknis objek Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tahun 2025 dijalankan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera.
Gempa Bengkulu yang awalnya berkekuatan 6,3 SR yang kemudian hasil analisa magnitudo diupdate BMKG menjadi 6 SR itu, mengguncang lewat dini hari di Bengkulu hingga menyebabkan puluhan bangunan rumah penduduk rusak.
Tidak kurang 25 rumah di Kota Bengkulu mengalami rusak berat. Tak sedikit juga yang rusak menengah hingga ringan.
BACA JUGA:Gempa Rusak Ratusan Rumah, Puluhan Diantaranya Kategori Berat
BACA JUGA:Jalur Megathrust Sumatera di Bengkulu Digoyang Gempa
Sosialisasi penerapan regulasi yang sudah dirilis pemerintah 2022 ini, perlu digeber otoritas di daerah sehingga penerapannya dibarengi pengawasan publik secara maksimal.
Gubernur Bengkulu, H Helmi Hasan, menilik lokasi hancurnya bangunan perumahan di Kota Bengkulu pada Jumat pagi. Di sana, mantan Walikota Bengkulu yang juga adik Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyaksikan bagaimana ambruknya beberapa rumah, tak bisa lagi dihuni pemiliknya serta kerusakan parah bangunan yang juga sangat mengkhawatirkan keselamatan penghuninya.
"Insya Allah Pemprov Bengkulu akan membangun kembali bangunan rumah yang rusak berat dan memperbaiki bangunan yang rusak lainnya," ujar Gubernur Helmi yang diviralkan di media sosial.
Membaca Buku Saku Petunjuk Konstruksi Bangunan Sederhana terbitan Kementerian PUPR tahun 2022, menjelaskan bagaimana persyaratan teknis bangunan gedung sederhana tahan gempa.
BACA JUGA:Gempa Rusak Ratusan Rumah, Puluhan Diantaranya Kategori Berat
BACA JUGA:Jalur Megathrust Sumatera di Bengkulu Digoyang Gempa
Buku yang disusun oleh Tim Pelaksana Pengawasan dan Pengendalian Pusat Kegiatan IBM Direktorat PKP ini, menjelaskan letak Indonesia yang berada di atas cincin api dunia sehingga sangat rawan gempa tektonik, tsunami, tanah longsor atau erupsi gunung berapi, sehingga pemenuhan standar teknis harus diterapkan secara disiplin.
Tahapan yang wajib berdisiplin itu, meliputi perencanaan seperti mencermati data peta rawan gempa atau tsunami, penyelidikan tanah, karakteristik material setempat hingga karakteristik daerah seperti angin hingga tingkat curah hujan.
