Jalur Megathrust Sumatera di Bengkulu Digoyang Gempa
Jalur Megathrust Sumatera di Bengkulu Digoyang Gempa-Radar Utara/Benny Siswanto-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Gempa bumi, menggoyang wilayah Bengkulu, Rabu, 9 April 2025 sekitar Pukul 06:44:51 Waktu Indonesia Barat (WIB). Gempa berkekuatan 3,6 skala richter itu, seperti dikabarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi pada 72 km Tenggara Enggano-Bengkulu.
Gempa Enggano Bengkulu 2025 yang dipicu peristiwa bergeraknya lempeng bumi ini, menjadi informasi kegempaan terbaru hari ini yang menjadi bagian fenomena alam yang tak bisa dihindari, di wilayah negara yang berada di persimpangan cincin api dunia atau ring of fire.
Sekadar menginformasikan, Enggano menjadi komposan hasil mitigasi oleh Pusat Studi Gempa Nasional (PSGN), masuk dalam jajaran wilayah rawan gempa yang ada di gugusan Pulau Sumatera.
Dalam kanal informasi resminya yang dikabarkan Info BMKG Bengkulu, gempa Bengkulu, tepatnya terjadi pada lokasi : 5.82 LS - 102.72 BT (72 km Tenggara ENGGANO-BENGKULU) dengan kedalaman : 54 Km.
BACA JUGA:Gempa Myanmar dan Thailand, Kodim 0407/Kota Bengkulu Galang Donasi
BACA JUGA:BPBD Usulkan Perbup Kesiapsiagaan Bencana Gempa dan Tsunami
PSGN sudah memiliki peta kegempaan di Indonesia yang dirangkum dalam titik rawan sebagai lintasan gempa di Indonesia. Negara yang kini memiliki 38 provinsi ini diketahui secara geografis berada di cincin api dunia atau ring of fire.
Megathrust Indonesia dimana saja? salah satunya berada di Bengkulu. Diketahui, ada lintasan 5 patahan aktif di Bengkulu. Tak pelak, kondisi itu menyebabkan daerah ini rentan terjadi gempabumi.
Beberapa patahan yang telah terdeteksi meliputi Patahan Musi, Patahan Manna serta Patahan Ketahun. Patahan tersebut, berdasarkan data titiknya terekap berada di darat. Sisanya, yakni patahan yang berada di laut yakni Megathrust Mentawai-Pagai dan Megathrust Enggano.
Di tengah megathrust yang menunggu waktu untuk melepas energi yang diprediksi masih tertahan dan kini sudah memasuki fase pengulangan, BMKG terus menyerukan pentingnya simulasi sebagai bagian dari mitigasi gempa di hampir seluruh wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Pulau Berpenghuni di Bengkulu Digoyang Gempa 4,5 SR
BACA JUGA:Bengkulu Digoyang Gempa, Ini Lokasinya
Sudah diketahui bersama, Indonesia secara geografis berada di antara 3 lempeng aktif dunia. Satu sisi mendapatkan manfaat dengan tingkat kesuburan tanahnya.
Di sisi lain, memberikan implikasi pada negeri ini untuk berdampingan secara alamiah dengan kemungkinan besar bencana alam dengan risiko tinggi, seperti gempa hingga tsunami yang terus mengancam sewaktu-waktu.