8 Wisatawan Meninggal, 21 Saksi Diperiksa
Pj Sekda Herwan Antoni saat menyampaikan kondisi terkini insiden karamnya kapal wisata Tiga Putra-Radar Utara / Doni Aftarizal-
Karamnya Kapal Wisata Tiga Putra
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Korban yang meninggal dunia dalam peristiwa karamnya Kapal Wisata Tiga Putra, bertambah satu hingga menjadi total menjadi delapan orang.
Sementara Polresta Bengkulu masih terus mendalami ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut, dan tercatat hingga saat ini sebanyak 21 saksi sudah dimintai keterangan.
Dibagian lain, sejumlah fakta baru juga terungkap, pasca karamnya Kapal Wisata Tiga Putra dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero Kota Bengkulu pada Minggu 11 Mei 2025 lalu.
Dimana kapal wisata itu ternyata membawa 107 penumpang, yang terdiri dari 101 merupakan wisatawan, satu nahkoda dan lima lainya Anak Buah Kapal (ABK).
BACA JUGA:Wisata Pulau Tikus Dihentikan
BACA JUGA:Kapal Wisata Karam di Bengkulu Angkut 104 Wisatawan
Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni mengatakan, dari total 101 wisatawan, sampai dengan hari ini delapan orang meninggal dunia, sedangkan 99 orang dinyatakan selamat.
"Sebelumnya yang meninggal tujuh orang, tapi bertambah satu orang lagi. Satu orang ini sempat menjalani perawatan di ICU Rumah Sakit (RS) Bhayangkara," ungkap Herwan.
Menurut Herwan, saat ini masih terdapat tiga orang dirawat di ICU, dan 10 orang rawat inap di RS Harapan dan Do'a serta RS Bhayangkara Kota Bengkulu.
"Terkait bertambahnya penumpang dalam kapal wisata yang awalnya 104 orang, karena ada tiga penumpang yang belum terdata atau melapor. Tapi saat ini sudah terkonfirmasi," kata Herwan di Mapolresta Bengkulu, Selasa 13 Mei 2025.
BACA JUGA:Operasi Penyisiran Korban Kapal Karam Diakhiri
BACA JUGA:Nahkoda dan 5 ABK Diamankan, 14 Wisatawan Masih Dirawat
Disisi lain, Herwan menerangkan, kronologi peristiwa tersebut bermula sekira pukul 15.20 WIB, kapal wisata Tiga Putera yang dikemudikan Edi Susanto, berangkat dari Pulau Tikus menuju perairan Pantai Malabero Kota Bengkulu.
"Selama perjalanan, situasi masih kondusif. Ditengah perjalanan, mesin kapal mati," terang Herwan.
