Wujudkan Kemandirian Ekonomi, 20 Desa di Mukomuko Bentuk Koperasi Merah Putih
Kabid Industri, Koperasi dan UKM Disperindag Mukomuko. Denny Haryadi, SE-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sekarang ini sudah ada 20 desa dari 151 desa dan kelurahan di Kabupaten Mukomuko yang sudah membentuk koperasi merah putih. Puluhan desa ini mempercepat pembentukan koperasi merah putih, tidak lain untuk mendukung dan mewujudkan kemandirian ekonomi desa.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP melalui Kabid Industri, Koperasi dan UKM, Denny Haryadi, SE ketika dikonfirmasi mengatakan. Pembentukan koperasi merah putih di daerah ini melalui musyawarah desa khusus (Musdessus).
"Ada dua versi pembentukan koperasi merah putih, ada desa yang musdessus mengundang dinas untuk hadir dan ada desa yang menjalankan musdessus tidak mengundang kami, tetapi mereka secara mandiri didampingi tenaga ahli dari desa," katanya.
Ia menerangkan, dari sebanyak 20 desa yang telah membentuk koperasi merah putih, sebanyak 15 desa mengundang dinas dalam melaksanakan musdessus. Selebihnya, desa secara mandiri didampingi tenaga ahli dari desa.
BACA JUGA:Koperasi Merah Putih Kemumu, Potensial Rp3,2 Milyar Per Musim
BACA JUGA:Pembentukan Pengurus Koperasi Merah Putih Timbulkan Keraguan Desa di MSS, Camat Ungkap Alasan Ini
Untuk mengetahui final jumlah desa yang telah dan belum membentuk koperasi merah putih setelah mereka mendaftarkan koperasi di badan hukum. Dan sekarang ini baru pra koperasi. Mengenai upaya yang dilakukan oleh dinas untuk melakukan percepatan dalam mencapai target pembentukan koperasi merah putih, pihaknya melakukan jemput bola ke desa dan kelurahan.
"Kami pergi ke desa dan menghubungi pihak desa kapan rencana mereka mengadakan musdessus untuk pembentukan koperasi ini," ujarnya.
Ie menambahkan, tanpa dirinya melakukan jemput bola. Setiap hari ada saja undangan masuk dari dua hingga tiga desa ke dinas untuk menggelar musdessus, dan kegiatan ini bergerak terus.
Pihaknya berharap, saat dilaksanakan musdessus, kepengurusan koperasi sudah terbentuk, karena ada desa menggelar rapat musdessus, cuma pembentukannya gagal karena kemungkinan masyarakat tidak mau atau belum paham.
BACA JUGA:Dorong Percepatan Pembangunan Desa Melalui Koperasi Merah Putih
BACA JUGA:Koperasi Merah Putih Diproyeksikan Kelola Anggaran Negara, Posisi Kades Bersifat Ex Officio
"Harapan kita dengan musdessus langsung terbentuk penggurus, tidak harus lagi sosialisasi karena sudah ada rapat secara zoom dengan gubernur," pungkasnya.(rel)
