BBM Sulit, Pertamina Klaim Maksimalkan Penyaluran
Pengisian BBM di SPBU-Radar Utara / Doni Aftarizal-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengklaim terus berupaya maksimal dalam penyaluran khususnya di Provinsi Bengkulu.
Bahkan perusahaan negara plat merah milik negara ini, juga menjamin pasokan BBM serta terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan proyeksi kebutuhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya, sebagai respons atas kondisi pendangkalan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
"Sehingga kami mengambil langkah-langkah mitigasi, untuk memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap aman bagi masyarakat," ungkap Nikho, Rabu 23 April 2025.
BACA JUGA:APDESI Bengkulu Utara Geram, Desak Pertamina Cari Solusi Tuntaskan Kelangkaan BBM di Pedalaman
BACA JUGA:BBM Sulit, Gubernur Helmi: Butuh Solusi Jangka Panjang
Dilanjutkan Nikho, walaupun pendangkalan alur tersebut berdampak pada akses kapal pengangkut BBM ke pelabuhan, pihaknya tetap berkomitmen menjaga keandalan suplai energi di Bengkulu.
"Diantaranya dengan mengalihkan pasokan BBM dari beberapa lokasi alternatif," ujar Nikho.
Seperti, sambung Nikho, dari Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung, Fuel Terminal (FT) Lubuk Linggau, dan FT Lahat. Proses distribusi ini membutuhkan perjalanan yang jauh dan waktu tempuh yang lebih panjang.
"Tapi kami pastikan kondisi itu tidak mengganggu kebutuhan energi masyarakat Bengkulu," tegas Nikho.
BACA JUGA:Timbun BBM, 3 Warga BU Diamankan
BACA JUGA:Pendangkalan Alur Pulau Baai Tak Kunjung Tuntas, Pasokan BBM Masih Bergantung ke Sumatera Barat
Menurut Nikho, pihaknya terus berupaya memaksimalkan penyaluran BBM ke SPBU, dibarengi dengan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah (Pemda) dalam penyaluran BBM ke masyarakat.
"Upaya-upaya yang kita lakukan ini, tentunya agar BBM tidak lagi sulit didapatkan masyarakat," kata Nikho.
