Deteksi Dini Penyakit, Screning Kesehatan Bagi Remaja dan Dewasa Digiatkan
Kepala Dinas Kesehatan, Bustam Bustomo, SKM-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, terus menggiatkan program deteksi dini penyakit dengan cara meningkatkan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di tempat pelayanan kesehatan baik Posyandu maupun Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM mengatakan. Kalau selama ini yang sudah mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal itu ibu hamil, balita dan lanjut usia (Lansia).
"Namun mulai tahun ini, anak-anak remaja hingga dewasa juga harus rutin menjalin pemeriksaan setiap bulan. Seperti yang sudah rutin dilakukan oleh ibu hamil, balita dan lansia," katanya.
Untuk itu pihaknya pun berharap dan menganjurkan masyarakat khususnya remaja dan dewasa selalu rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan di tempat pelayanan kesehatan. Ia menerangkan, usia remaja dan dewasa itu juga berpotensi besar memiliki berbagai macam jenis penyakit. Dengan upaya screning tersebut, jika ditemukan penyakit maka akan langsung ditangani oleh petugas kesehatan.
BACA JUGA:Deteksi Dini Penyakit, Dinas Kesehatan Tingkatkan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat
BACA JUGA:Minimal Setahun Sekali Lakukan Deteksi Dini Kesehatan Jiwa
"Jadi bukan hanya balita dan lansia saja yang rentan dengan penyakit. Namun remaja dan dewasa juga sangat rentan," ujarnya.
Ditambahkannya, selama ini jika ada orang menderita penyakit darah tinggi, berpikir penanganan dengan masuk unit gawat darurat (UGD). Begitu juga dengan orang yang menderita penyakit kolesterol tinggi yang terpikirkan mereka penanganan dengan dirawat di RS. Untuk itu, ia pun mengajak masyarakat melakukan pola hidup sehat, pola makanan seimbang, dan olahraga. Selain itu, pihaknya menyarankan masyarakat segera melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga tidak menunggu jatuh sakit untuk kemudian dilakukan pengobatan.
"Tujuanya tidak lain agar cepat diketahui penyakit dan mudah-mudahan dapat ditanggulangi dan bisa mengantisipasi baik sifat dan makanan. Setelah masyarakat mengetahui penyakitnya. Mereka bisa mengantisipasi hal-hal yang menyebabkan penyakit tersebut," pungkasnya.(rel)
