Iklan doni 2

Perang Dagang AS dan China Panas, Berdampak ke Daerah?

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE., M.AP-Radar Utara / Abdurrahman Wachid-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China semakin panas, dampaknya pula hingga ke Indonesia dan beberapa negara lainnya. Kepala Daerah Bengkulu Utara, turut singgung hal tersebut.

Hal itu bermula di awal April 2025 ini, AS menaikkan tarif resiprokal kepada sejumlah negara termasuk China sebesar 34 persen. Padahal sebelumnya, hanya 20 persen.

Termasuk Negara Indonesia, tarif resiprokalnya yang awalnya hanya 22 persen dinaikkan menjadi 32 persen, atau dinaikan 10 persen seperti 57 negara lainnya.

Namun, tak berpikir panjang, Pemerintah China langsung memberikan perlawanan dengan mengenakan tarif tambahan sebesar 34 persen pada semua barang yang masuk ke China.

BACA JUGA:Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Pemda Didorong Optimalisasi Potensi

BACA JUGA:Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Namun, kabar terbaru terhimpun media ini bahwa presiden AS, Donald Trump pada hari Rabu, 9 April 2025 kembali memberikan serangan kepada China, dengan menaikan tarif resiprokalnya sebesar 125 persen.

Namun, untuk seluruh negara lainnya, termasuk Indonesia mendapatkan penundaan pemberlakukan peningkatan tarif resiprokal yang baru itu.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE., M.AP., di salah satu momen pentingnya, dihadapan para Forkopimda ia mengungkapkan bahwa Pemerintah daerah kedepan memiliki tantangan yang besar. Pertumbuhan ekonomi secara nasional, katanya, saat ini tidak baik-baik saja. 

"Hal itu dipengaruhi dengan pertarungan geopolitik dan perang dagang yang sedang terjadi saat ini,"ujar Bupati Arie, SE., M.AP. pada hari Kamis, 10 Maret 2025.

BACA JUGA:Target Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Bisa Melesat Hingga 10% dalam 3 Tahun Mendatang

BACA JUGA:Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil

Meski demikian, ia tetap optimis bahwa dengan bekerjasama dengan baik dengan berbagai leading sektor, pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara di masa kepemimpinannya itu.

"Tapi ini harus dihadapi bersama-sama dengan solid,"ucapnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan