Fenomena Ular Berkepala Dua di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi: Antara Mitos dan Realita

Fenomena Ular Berkepala Dua di Tengah Erupsi Gunung Lewotobi: Antara Mitos dan Realita-jateng.tribunnews.com-

Namun, dari sudut pandang ilmiah, ular yang ditemukan ini kemungkinan adalah spesies Cylindrophis ruffus atau ular pipa ekor merah.

BACA JUGA:Misteri Tanjakan Gombel: Legenda dan Mitos di Balik Lokasi Angker Semarang

BACA JUGA:Mengungkap Mitos dan Fakta Mengenai Mesin Motor yang Wajib Anda Ketahui, Apa Saja?

 Spesies ini memang memiliki karakteristik unik dimana bagian ekornya tumpul dan lebar, menyerupai kepala, sehingga sering disalahartikan sebagai ular berkepala dua. 

Perbedaan mendasarnya terletak pada warna bagian bawah, dimana ekor berwarna merah cerah sementara bagian bawah kepala berwarna keputihan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah penemuan alam dapat memunculkan berbagai interpretasi yang berbeda di masyarakat.

 Di satu sisi, kepercayaan lokal melihatnya sebagai pertanda mistis yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi, sementara dari perspektif ilmiah, ini merupakan temuan alami dari spesies ular yang memang memiliki karakteristik morfologi unik.

BACA JUGA:Mitos atau Fakta, Detox Drink Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?

BACA JUGA:Mitos Atau Fakta Durian Dapat Menyebabkan Kolesterol Tinggi ! Simak Penjelasannya

 Hal ini menjadi gambaran menarik tentang bagaimana mitos dan realita scientific dapat hidup berdampingan dalam masyarakat Indonesia. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan