Pembangunan Pasar Purwodadi Tuntas Akhir Januari, Pedagang Sudah Tak Sabar Lagi...

Pembangunan Pasar Purwodadi Tuntas Akhir Januari, Pedagang Sudah Tak Sabar Lagi...-Radar Utara/Abdurrahman Wachid-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Para pedagang pasar Purwodadi, Bengkulu Utara, tak sabar lagi ingin kembali menempati area Pasar Tradisional Modern (PTM), yang satu tahun terakhir masih terus dalam tahap proses pembangunan.
Diketahui, seluruh pedagang pasar sejak dimulainya proses pembangunan pasar purwodadi dengan anggaran Rp 116 miliar ini, dilakukan relokasi di area setengah badan jalan yang mengelili area pasar yang sedang di bangun tersebut.
Telah satu tahun lebih para pedagang yang dilakukan relokasi itu mengaku kesulitan dalam melangsungkan aktifitas dagangnya.
Sapuan, salah satu pedagang bahan pokok, yang dipusatkan diarea belakang pasar purwodadi, mengungkapkan bahwa berbagai kendala satu tahun terakhir ini harus dilalui oleh seluruh pedagang.
BACA JUGA:Ramadhan 1446 Hijriah, Pedagang Pasar Purwodadi Bakal Tempati Gedung Baru?
BACA JUGA:Kapan Pembangunan Pasar Purwodadi Arga Makmur Selesai? Simak Perjalanan Kunker Bupati Bengkulu Utara
Dijelaskannya, di area itu badan jalan amatlah sempit, apabila ada satu buah mobil yang melintas maka dipastikan aktifitas lalu lintas menjadi macet.
Apabila pada saat kondisi hujan, jalan di area itu juga menjadi becek, akibatnya pengunjung pasar pun menjadi teramat sepi.
Belum lagi, diarea pedagang yang direlokasi di beberapa gedung milik dinas perhubungan itu selalu banjir pada saat terjadi hujan lebat.
"Jualan seperti ini, kalau hujan becek, di depan sana malah banjir terus. Belum lagi pas ada mobil, pasti macet, susah jadinya,"ujar Sapuan.
BACA JUGA:Ring Road Pasar Purwodadi Arga Makmur Jebol
BACA JUGA:Tantangan Konsep Bangunan Gedung Hijau di Pasar Purwodadi Arga Makmur
Dirinya meminta kepada pemerintah agar segera menyelesaikan pembangunan pasar itu.
Pasalnya, selama melakukan aktifitas dagangnya di pinggir jalanan itu diterang oleh Sapuan, omzet harian yang mereka dapatkan menurun daripada saat dirinya berjualan di dalam pasar dahulu.