Operasional RS Pratama di Ipuh Disiapkan Rp3 Miliar
Operasional RS Pratama di Ipuh Disiapkan Rp3 Miliar-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO.RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Pemerintah Kabupaten Mukomuko menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk operasional RS Pratama di Desa Air Buluh, Kecamatan Ipuh.
Anggaran tersebut dialokasikan di APBD Kabupaten Mukomuko tahun 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM mengatakan. Dana miliaran itu, bukan hanya untuk operasional RS Pratama saja. Namun banyak sekali item lain yang akan dibayar dari dana itu.
"Dana sebesar itu juga untuk belanja pegawai, beli obat, operasional rutin, dan yang lainnya. Semuanya kegiatan di RS Pratama menggunakan dana itu," katanya.
BACA JUGA:Dinas Kesehatan Kerahkan 68 Tenaga Medis ke RS Pratama
BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Lunasi Utang Proyek RS Pratama Rp5,8 Miliar
Jumlah anggaran yang mencapai sekitar Rp3 miliar itu dinilai cukup untuk operasional tahap awal RS Pratama.
Selanjutnya, seluruh operasional dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan oleh RS Pratama.
Tidak lagi disokong dari pemerintah daerah. Melainkan dibiayai dari sumber pendapatan RS Pratama itu sendiri. Sedangkan mekanisme pengelolaan RS Pratama itu tetap menggunakan sistem badan layanan umum (BLUD).
"Sistem pengelolaannya itu menggunakan sistem BLUD. Seperti pengelolaan di RSUD Mukomuko. Jadi pemerintah daerah itu memberikan kewenangan penuh terhadap manajemen RS Pratama. Baik mengenai pengelolaan keuangan dan lainnya. Meskipun RS Pratama itu nanti berada di bawah naungan Dinkes Mukomuko," ujarnya.
BACA JUGA:RS Pratama Ipuh Beroperasi di Januari 2025
BACA JUGA:Disiapkan Rp3 Miliar Untuk Operasional RS Pratama di Ipuh
Ia juga menerangkan, sekitar bulan Februari 2025 bulan depan. Kemungkinan besar pelayanan kesehatan kepada masyarakat sudah berjalan normal. Untuk sekarang ini, seluruh jajaran sedang mempersiapkan segala sesuatu demi kelancaran pelayanan.
"Mudah-mudahan saja, target pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah sakit itu berjalan sesuai rencana. Karena kami juga melihat, seluruhnya tidak ada masalah. Baik mengenai sarana prasarana, sumber daya manusia dan yang lainnya," pungkasnya. (*)
