Produksi Ikan Air Tawar di Mukomuko Naik Sebanyak 1.611 Ton
Kepala Dinas Perikanan Mukomuko. Eddy Aprianto, SP, MSi-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO RU- Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perikanan setempat, patut berbangga hati. Pasalnya, produksi ikan air tawar di daerah ini mengalami kenaikan sebanyak 1.611 ton dari sebelumnya 7.000 menjadi 8.611 ton di tahun 2024 lalu.
Bahkan, jumlah produksi ikan air tawar tersebut melebihi target dari yang ditetapkan pemerintah sebanyak 8.000 ton.
"Produksi ikan air tawar di daerah ini meningkat, karena banyaknya jumlah pembudidaya ikan di daerah kita ini," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto, SP, M.Si melalui Kabid Perikanan Budi Daya, Fitra Juliatmi.
Ia juga menjelaskan, meningkatnya produksi ikan air tawar di daerah ini. Selain banyaknya jumlah pembudidaya, juga adanya kontribusi dari pemerintah berupa bantuan sarana dan prasarana untuk kelompok pembudidaya ikan (pokdakan).
BACA JUGA:35.000 Ekor Benih Ikan Gratis Untuk Pokdakan
BACA JUGA:Tingkatkan Produksi Ikan Air Tawar, Sarana UPR dan Pokdakan Ditambah
Dan bantuan ini merupakan pendukung bagi mereka untuk meningkatkan hasil budidaya ikan. Diterangkannya, sebanyak lima pokdakan yang diusulkan menerima bantuan sarana budi daya perikanan. Selama ini aktif melakukan aktivitas usaha baik pembibitan maupun pembesaran.
"Lima pokdakan tersebut, selain menerima bantuan benih dan pakan ikan, juga peralatan pascapanen seperti boks pendingin dan waring," ujarnya.
Selain itu, produksi ikan air tawar tahun ini meningkat salah satunya dibantu oleh program ketahanan pangan berupa budi daya ikan lele dalam kolam terpal dan bioflog yang dilaksanakan oleh sejumlah desa yang ada di daerah ini.
Desa ini menggunakan sebagian dana ketahanan pangan yang bersumber dari dana desa untuk melakukan budi daya ikan air tawar.
BACA JUGA:Dinas Perikanan Perkuat Produki Ikan Air Tawar
BACA JUGA:Mukomuko Perkuat Posisi Penghasil Ikan Air Tawar
Di samping itu, di daerah ini ada sebanyak 60 pokdakan dan enam unit pembibitan rakyat (UPR) di sejumlah wilayah yang aktif dalam melakukan budi daya perikanan air tawar.
"Dan kami terus mendorong pokdakan maupun UPR yang ada saat ini untuk mengembangkan usahanya di sektor perikanan air tawar di daerah ini. Dengan begitu, diharapkan produksi ikan air tawar di tahun 2025 jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2024," pungkasnya. (rel)
