Mengubah Sampah Jadi Berkah

Pemerintah berupaya mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi, sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. -ANTARA FOTO/ Arif Firmansyah-

BACA JUGA:Mengungkap Dominasi China dalam Industri Fast Fashion Global

Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada 2023, dari total timbulan sampah sebesar 40,2 juta ton per tahun, sekitar 60,4 persen telah terkelola, sementara itu 39,6 persen sisanya belum terkelola.

Data ini menunjukkan peningkatan dalam pengelolaan sampah, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, tantangan tetap ada. Sebagian besar desa/kelurahan di Indonesia belum memiliki tempat pembuangan sampah keluarga yang layak, sehingga 70,50 persen warga membuang sampah dengan cara dibakar atau ke lubang. Selain itu, impor sampah masih menjadi isu yang perlu ditangani.

Hanif menyatakan, kementeriannya akan mengkaji potensi penghentian impor sampah untuk mendorong pengelolaan sampah domestik yang lebih baik.

BACA JUGA:Industri Halal, Industri Masa Depan

BACA JUGA:Mengungkap Dominasi China dalam Industri Fast Fashion Global

Dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, industrialisasi sampah di Indonesia diharapkan dapat terus berkembang. Tidak hanya akan mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, transformasi itu juga menciptakan peluang ekonomi baru, menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. (**)

 

Sumber Indonesia.go.id 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan