RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Even besar 2 tahunan Provinsi Bengkulu, yakni Musabaqah Tilawatil Qur'an bakal dipusatkan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU).
Pelaksanaannya, dimulai 3 hingga 10 Juni 2024, diharapkan menjadi episentrum geliat ekonomi di masyarakat.
Pasalnya, kejuaran yang pelaksanaannnya di bawah lisensi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an atau LPTQ Provinsi Bengkulu tersebut, bakal melibatkan seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Lazimnya, aktivitas yang bakal melibatkan masyarakat secara langsung adalah pengadaan home stay.
BACA JUGA:Program Siska Untungkan Petani Dan Peternak
BACA JUGA:Pemda Ini Ringankan Beban Pemerintah Miliaran Rupiah, Kok Bisa?
Aktivis Anti Rasuah Provinsi Bengkulu, Melyan Sori, menilai perhelatan MTQ, sangat ideal turut berkontribusi menggenjot daya beli dan geliat ekonomi di daerah.
Apabila, pelaksanannya even tersebut dimenej dengan profesional dan mengusung semangat partisipasi masyarakat, akan sangat positif dalam menggeliatkan roda ekonomi di masyarakat.
"Penyelenggara harus memastikan, pelibatan masyarakat ini secara langsung," ungkapnya.
Tidak hanya MTQ, even-event semacam ini dinilai sangat penting dilakukan, khususnya pada daerah-daerah yang relatif tidak ideal dari sisi posisi.
BACA JUGA:DPRD Provinsi Bengkulu Nilai Upaya Pemprov Bengkulu Tata Pantai Panjang Sudah Tepat
BACA JUGA:Jaksa Segera Limpahkan Perkara RSUD ke Pengadilan Tipikor Bengkulu
Karena tak jarang, wilayah administratif pemerintahan, tidak berada di jalur persimpangan, layaknya Kota Arga Makmur yang menjadi Ibu Kota Kabupaten.
Kehadiran event setingkat MTQ, sangat penting untuk mampu ditarik daerah, sehingga bisa menstimulasi munculnya poros-poros ekonomi.
"Pengadaan home stay contohnya, harus didesain sebaik mungkin. Benar-benar melibatkan pelaku usaha hingga masyarakat. Jangan sentralistik," harapnya.