Produktivitas Sawah di Mukomuko Meningkat, 2.000 Hektar Bisa Tanam Tiga Kali Setahun
Plt Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Lebih dari 2.000 hektar lahan sawah milik petani di Kabupaten Mukomuko kini telah mampu ditanami hingga tiga kali padi dalam satu tahun, ditambah satu kali tanaman palawija.
Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan produktivitas pertanian sawah di daerah tersebut, khususnya pada kawasan yang telah terlayani jaringan irigasi teknis.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, menjelaskan bahwa sekitar 2.000 hektar sawah produktif tersebut berada di daerah irigasi Manjunto dan Selagan. Ketersediaan air yang relatif stabil membuat petani tidak lagi bergantung pada musim hujan, sehingga pola tanam dapat diatur lebih intensif dan berkelanjutan sepanjang tahun.
“Dengan dukungan irigasi, petani bisa menanam padi tiga kali dan masih memiliki waktu untuk palawija. Ini berdampak langsung pada peningkatan produksi dan pendapatan petani,” katanya.
BACA JUGA:Saat Luas Sawah di Daerah Menuju 5 Ribu Hektar
BACA JUGA:Potensi Jerami Sawah Bengkulu Utara: Bobibos BBN Alternatif, Cek Fakta Ilmiah
Sementara itu, masih terdapat sekitar 1.400 hektar lahan sawah lain yang hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun karena sepenuhnya mengandalkan air hujan. Lahan sawah tadah hujan tersebut tersebar di Kecamatan Ipuh, Makin Semangat, serta sejumlah kecamatan lainnya di Mukomuko. Kondisi ini membuat produktivitas lahan belum optimal, terutama pada musim kemarau panjang.
Meski demikian, ia memastikan bahwa sawah tadah hujan yang jumlahnya mencapai ribuan hektar secara bertahap akan didorong menjadi lebih produktif. Upaya yang dilakukan antara lain melalui program optimasi lahan, termasuk pembangunan sumur bor pada sebagian areal persawahan.
“Sebagian sawah tadah hujan sudah mendapatkan program optimasi lahan dengan pembangunan sumur bor. Dengan tambahan sumber air ini, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan program optimasi lahan tersebut terus diperluas agar kesenjangan produktivitas antara sawah irigasi dan sawah tadah hujan dapat ditekan. Dengan meningkatnya luas sawah yang dapat ditanami lebih dari satu kali setahun, sektor pertanian di Mukomuko diharapkan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.
BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Percepat Izin Irigasi Cetak Sawah
BACA JUGA:Produktivitas 3,4 Ribu Hektar Sawah, Menteri Amran Incar Bandit Pupuk di Daerah, Ini Nomornya!
"Mudah-mudahan saja di tahun ini program optimasi lahan untuk masyarakat tani di kabupaten kita masih ada," pungkasnya. (rel)
