Cuma 1 Desa Yang Tajir 2026, Lainnya Ngenes
Kepala DPMD Bengkulu Utara, Rahmat Hidayat, S.STP., M.Si-Dok. Radar Utara-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Akan banyak rencana pembangunan desa di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, tertunda tahun 2026 ini. Cuma 1 desa yang fiskal pemerintahannya makin stabil yakni Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya, usai jadi jawara Satu Desa Satu Hektar (SADESAHE).
Desa ini, bakal mendapat suntikan fiskal Rp 1 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu. Usai ditetapkan sebagai pemenang lomba desa dan diperkuat dengan keputusan Gubernur Helmi Hasan, di penghujung Desember 2025.
Dari 215 desa di daerah, praktis hanya ada 1 desa yang punya suporting dana paling berbeda dengan 214 desa lainnya. Dengan alokasi DD reguler 2026 nilainya Rp 61.240.067.000, maka rerata postur DD akan di bawah Rp 300 jutaan. Kontras dengan kondisi sebelumnya, di mana DD setiap desa bisa tembus angka 900-an juta bahkan lebih.
Kondisi ini, dipengaruhi kebijakan refocusing dana desa oleh pusat ke Koperasi Desa Merah Putih. Radar Utara membaca, fiskal di desa yang menjadi komponen suksesi koperasi merah putih, total anggarannya mencapai Rp 86.759.732.000.
BACA JUGA:Raih Juara I SADESAHE Tingkat Provinsi, Bupati Bengkulu Utara Apresiasi Masyarakat Desa Tanah Hitam
BACA JUGA:Karya Jaya Awali Penanaman Jagung Program Ketahanan Pangan 'Sadesahe'
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rahmat Hidayat,SSTP, MM, menyampaikan total alokasi DD secara makro di daerah mengalami penyelarasan. Catatan media ini, total DD di Bengkulu Utara tahun 2025 awalnya Rp 171,9 miliar, kini menjadi Rp 147,9 miliar saja.
"Sedang dalam penyelarasan. Sesuai PMK terbaru, ada pagu DD reguler dan ada juga pagu untuk KDMP. Dari sisi spirit, pemerintah tengah berupaya membangun basis penggerak ekonomi makro strategis berbasis desa dan kelurahanf," ujar Rahmat Hidayat, dibincangi Kamis, 1 Januari 2026 sore.
Memang kalau menghitung alokasi DD reguler, terjadi penurunan alokasi DD di daerah ini mencapai Rp 23 miliar (pembulatan ke atas) pada 2026 ini.
Namun begitu, Rahmat Hidayat menyerukan, momentum refocusing anggaran di lingkar pemerintahan desa oleh pusat, sangat ideal menjadi momen improvisasi oleh pemerintah desa.
BACA JUGA:Tanam Jagung & Tebar Benih Ikan, Dukung Program Ketahanan Pangan 'Sadesahe'
BACA JUGA:Pemdes Bangun Karya Tanam Jagung Ketahanan Pangan 'Sadesahe' Gubernur dan Kapolda
Pasalnya, lanjut dia lagi, rasionalisasi anggaran atas kebijakan pusat itu, tak hanya terjadi di lingkungan desa, tapi juga pemerintah daerah. Sekadar mengulas, Transfer ke Daerah (TKD) Bengkulu Utara 2026 mengalami penurunan nyaris Rp 130 miliar.
"Mari kita jadikan momentum ini, sebagai kick off untuk menggenjot kualitas kinerja pemerintah desa, untuk meningkatkan potensi desanya," Rahmat menyeru. '
