Mukomuko Perkuat MBG 3B dan Genting, Target Stunting Turun Signifikan 2026
Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi, AB-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RDARUTARA.BACAKORAN.CO — Pemerintah Kabupaten Mukomuko, terus komitmen dalam mempercepat penurunan angka stunting pada 2026 mendatang. Salah satunya dengan mengoptimalkan dua program strategis, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B dan Gerakan Orangtua Cegah Stunting (Genting). Kedua program ini dinilai menjadi kunci penguatan intervensi gizi spesifik dan sensitif bagi balita, ibu hamil, serta keluarga berisiko stunting.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Bupati Mukomuko, Rahmadi AB, saat menghadiri Pertemuan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Mukomuko. Wabup menegaskan, optimalisasi MBG 3B dan Genting akan dilakukan melalui perluasan jangkauan sasaran, penguatan kolaborasi antarinstansi, serta peningkatan peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
"Sinergi antara program nasional dan daerah ini diharapkan mampu mempercepat pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Mukomuko," katanya.
Ia mengakui, Program Genting sebenarnya telah berjalan di Mukomuko, namun pelaksanaannya belum maksimal. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen melakukan pembenahan melalui penguatan program pemenuhan gizi serta gerakan konvergensi yang melibatkan berbagai pihak.
BACA JUGA:Hadapi Libur Sekolah, Pelaksanaan Program MBG di Putri Hijau Tetap Diakomodir
BACA JUGA:Cabai Bertahan Tinggi, Komoditi MBG Mahal, Harga di Kepulauan MELONJAK
“Untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, selain mengoptimalkan MBG 3B, Gerakan Genting juga akan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional serta kelompok pelaku usaha di Mukomuko. Langkah ini diharapkan mampu menekan prevalensi stunting yang saat ini masih berada di angka 22 persen berdasarkan SSGI 2024,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wabup menekankan bahwa sebelum gerakan bersama tersebut berjalan efektif pada awal tahun depan, pemerintah daerah akan terlebih dahulu memantapkan pembentukan dan kerja Tim Pengendali Genting. Tim ini nantinya menjadi motor penggerak koordinasi, pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan.
“Komitmen ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan pengawasan yang kuat agar target penurunan stunting benar-benar tercapai,” pungkasnya. (rel)
