Investor Lirik Perikanan Darat Bengkulu Utara
Kepala Dinas Perikanan Bengkulu Utara, Sugimin-Radar Utara / Abdul Gafur-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Perikanan darat di Kabupaten Bengkulu Utara, turut dilirik investor. Tingkat produksi yang tinggi, bahkan tertinggi se Provinsi Bengkulu, mulai membuat kepincut investor untuk membangun pabrik pakan, meski masih dihadapkan dengan beberapa persoalan.
Kepala Dinas Perikanan kabupaten, Sugimin, M.Pd, berujar produksi perikanan darat di daerah ini mencapai 15 ribu ton per tahunnya dan kini sudah mengincar torehan produksi 16 ribu ton.
Dengan pertumbuhan produksi tersebut, Sugimin menyebut angka ini menjadi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu, lalu disusul dengan lokus produksi ikan air tawar di wilayah Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.
"Kita memiliki zona atau kawasan dengan produksi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu," ungkap Sugimin, Kamis, 11 Desember 2025, sore.
BACA JUGA:Dinas Perikanan Mukomuko Bakal Siapkan Data Perikanan di 2026
BACA JUGA:Serapan Produk Perikanan untuk MBG Diproyeksi Meningkat
Hasil produksi perikanan darat daerah ini, terus Sugimin, turut andil dalam mencukupi kebutuhan di Provinsi Bengkulu, lalu menjamah ke wilayah Sumatera Barat. Selain itu, kata dia, Sumatera Selatan, meski cenderung terus menurun.
"Karena sumsel cenderung menjadi basis kebutuhan ikan patin," ungkapnya.
Dengan angka produksi perikanan darat yang terus meningkat, Sugimin tak menampik sudah pentingnya keberadaan pabrik produksi pakan (pelet), untuk mencover kebutuhan petani ikan sehingga mendapatkan akses dengan harga yang lebih terjangkau serta sektor perikanan darat yang kian memberikan multiplier effect yang lebih luas.
"Rencananya (pabrik pelet,red), di Padang Jaya, Unit 5. Tapi belum fix," bebernya.
BACA JUGA:Ini Progres Program Strategis Nasional di Sektor Perikanan Budi Daya
BACA JUGA:Ternyata, Bengkulu Utara Penyumbang Terbesar Pertanian, Kehutanan dan Perikanan di Bengkulu
Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bengkulu Utara, Ir Budi Sampurno, tak menepis sudah adanya kajian investasi di sektor produksi pakan.
"Potensial berdirinya pabrik pakan di sana (Padang Jaya,red)," pungkasnya. (bep)
