Lelang 10 Kursi Eselon II Mukomuko Tunggu Pertek BKN Keluar
Lelang pejabat eselon II di Mukomuko tunggu Pertek BKN-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Proses lelang jabatan untuk posisi eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mukomuko belum bisa digelar. Seluruh tahapan baru dapat dimulai setelah izin atau persetujuan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) diterbitkan.
Plt Kepala BKPSDM Mukomuko, Haryanto, SKM, menyampaikan bahwa pertek tersebut menjadi syarat mutlak sebelum panitia seleksi bergerak ke tahap pengumuman dan pendaftaran peserta. Saat ini, Pemkab hanya menunggu dokumen resmi itu.
“Lelang jabatan belum dapat kami buka karena pertek dari BKN belum keluar. Tapi informasinya, kemungkinan besar akan terbit dalam minggu ini,” tegas Haryanto.
Lelang jabatan ini akan mengisi 10 posisi strategis eselon II yang kosong maupun akan kosong akibat masa pensiun pejabat lama. Adapun jabatan yang akan dilelang antara lain,
BACA JUGA:Kado HUT Korpri dan HGN, 17 Pejabat Eselon II Mukomuko Dimutasi
BACA JUGA:Kursi Eselon II Mukomuko Mulai Panas, Mutasi Akbar Segera Digelar
- Kepala Dinas Pertanian
- Kepala Dinas Perikanan
- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM
- Kepala Dinas Sosial (akan memasuki masa pensiun)
- Kepala Badan Kesbangpol
- Kepala BKPSDM
- Kepala DPMPTSP
- Kepala Bappelitbangda (akan memasuki masa pensiun)
- Kepala Dinas Kesehatan
BACA JUGA:Evaluasi Rekam Jejak Kandidat Pejabat Eselon II
Haryanto menegaskan, Pemkab menginginkan proses seleksi berjalan transparan dan kompetitif agar pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi untuk memimpin perangkat daerah.
“Begitu pertek turun, kami langsung umumkan tahapan lelang jabatan. Semua proses akan dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan,” ujarnya.
Dengan banyaknya kursi strategis yang akan dibuka, seleksi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
"Kami berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu memperkuat kinerja birokrasi dan mendorong percepatan pembangunan daerah," pungkasnya. (rel)
