Dampak Kemarau Panjang, Debit Air Sumur Warga Mulai Menipis
Kabid Kedaruratan BPBD Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Kabupaten Mukomuko. Di sejumlah titik, debit air sumur warga mulai menipis.
Kondisi ini membuat kekhawatiran meningkat, terutama bagi warga yang mengandalkan sumur sebagai sumber air utama untuk kebutuhan sehari–hari.
Di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, salah seorang warga bernama Sipan menceritakan bahwa debit air sumur cincinnya mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir.
Sebelumnya, air sumur masih mencukupi untuk mandi, mencuci, hingga konsumsi. Namun kini, jumlahnya terus berkurang dan kian mengkhawatirkan.
“Sejak sekitar seminggu lalu air sumur mulai berkurang. Biasanya kalau ditimba banyak, tapi sekarang tinggal sedikit. Kalau kemarau makin panjang, kami khawatir air bisa benar-benar habis,” ujarnya.
BACA JUGA:BPBD Mukomuko Siap Suplai Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang
BACA JUGA:Prediksi Kemarau Panjang, Bupati Butuh Mata Elang
Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait terjadinya krisis air bersih di tengah masyarakat. Namun ia menegaskan, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi tersebut benar–benar terjadi.
“Sampai saat ini belum ada laporan soal krisis air bersih. Tapi jika nanti ada, kami siap bergerak menyalurkan air bersih untuk masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD Mukomuko juga telah menyiapkan sejumlah peralatan penanganan darurat, termasuk armada mobil tangki atau yang biasa disebut mobil tekmon, serta peralatan pendukung lainnya.
Kesiapan ini diharapkan dapat membantu masyarakat jika kekeringan terus meluas dan memicu keterbatasan air bersih di berbagai wilayah.
"Kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan. Dan kami juga berharap agar masyarakat tetap waspada dan berhemat dalam penggunaan air," pungkasnya. (rel)
