Iklan doni 2

Pejabat Bengkulu dan Istri Diingatkan Tak Pamer Harta

Bimtek keluarga berintegritas yang digelar KPK RI-Radar Utara / Doni Aftarizal-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Para pejabat khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu beserta istrinya, diingatkan untuk tidak pamer harta.

Peringatan ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) di Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa 4 November 2025.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, David Sepriawara mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menekan potensi terjadinya korupsi, yang bersumber dari lingkungan keluarga pejabat.

"Maka dalam kesempatan ini kita mengimbau agar keluarga pejabat, termasuk istri pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu, tidak melakukan flexing atau pamer gaya hidup mewah," kata David.

BACA JUGA:Job Fit Pejabat Eselon II Mukomuko Rampung, Nilai Sedang Direkap

BACA JUGA:Rugikan Negara Rp 4 M, 2 Eks Pejabat BPN Benteng Jadi Tsk Pembebasan Lahan TOL

Menurut David, ini penting agar bisa meningkatkan integritas di sektor keluarga, khususnya di Provinsi Bengkulu. Pihaknya berharap tidak ada lagi kasus-kasus korupsi yang timbul dari perilaku sehari-hari. 

"Banyak faktor yang menjadi penyebab, salah satunya budaya flexing," ujar David.

Dilanjutkan David, ketika ada flexing dari pasangan atau pejabat, itu bisa menjadi dasar munculnya masalah. Maka dari itu dalam Bimtek, ini menjadi salah satu materi penting.

"Karena sejak awal kita menilai, sangat penting untuk menjaga perilaku yang berujung pada flexing di tengah-tengah masyarakat," imbau David.

BACA JUGA:Per 3 Bulan, Kinerja Pejabat Pemprov Bengkulu Bakal Dievaluasi

BACA JUGA:Libatkan Provinsi, Job Fit Pejabat Mukomuko Digelar November 2025

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mian mendukung penuh upaya KPK untuk mengedukasi pejabat dan keluarganya, agar menjauhi gaya hidup hedonis yang dapat menimbulkan celah korupsi.

“Seperti yang disampaikan Pak David tadi, flexing itu kan bisa direkam. Perilaku glamor mudah terlihat. Sehingga edukasi dan pendampingan seperti ini sangat penting,” singkat Mi'an. (tux)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan