Garap Potensi Tepung Pisang Enggano, Perlu Dukungan Investor
Permintaan tepung dunia naik. Indonesia punya peluang besar mengekspor tepung lokal dengan nilai tambah kompetitif.-Radar Utara / Benny Siswanto-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Produksi tepung pisang dari Enggano, sangat mungkin terjadi.
Apalagi, sektor bisnis utama di salah satu pulau terdepan Indonesia yang ada Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ini, acap dihadapkan dengan kerugian ketika gelombang laut tak bersahabat.
Tak jarang, tumpukan pisang siap angkut ke kapal berubah menjadi gundukan pisang kepok yang menguning di dermaga, lantaran kapal tak dapat berlabuh ke dermaga, kala cuaca laut pasang.
Konon, perputaran penjualan pisang di pulau yang berada di Samudera Hindia Barat Bengkulu itu, bisa mencapai ratusan juta dalam sepekannya saja.
BACA JUGA:Fakta Harga Pisang Rp 15 ribu per Tandan, Enggano: Terimakasih Prabowo
BACA JUGA:Investor Diimbau Bijak dalam Mengambil Keputusan Berinvestasi
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bengkulu Utara, Ir Budi Sampurno, ketika dibincangi soal potensi sektor bahan baku di Kecamatan Enggano, layak untuk mendatangkan investasi? tak ditampik.
Budi secara implisit, nampaknya sudah ada investor yang mulai milirik potensi komoditi hasil bumi Enggano. Birokrat yang mengampu fungsi "pintu gerbang" investasi di daerah itu, menyampaikan penegasan optimistisnya, untuk dibangun sebuah pabrik pengolahan tepung pisang.
"Masih kita promosikan potensi pisang Enggano, semoga saja ada investor yang mau buat pabrik tepung pisang," ujar Budi Sampurno, Senin malam.
Strategisnya komoditi pisang di Enggano, tak ayal membuat pusing kepala petani hingga toke di sana, ketika kapal angkut tak kunjung berlabuh.
BACA JUGA:BU Dilirik Investor, Mau Bangun Pelabuhan
BACA JUGA:Pentingnya Promosi Potensi Daerah untuk Tarik Investor, Pejabat Rapatkan Barisan
Dalam kasus pendangkalan alur gegara kerja tak benar Pelindo 2 Bengkulu, praktis berimbas dengan kerugian ekonomi yang tidak sedikit dialami masyarakat kepulauan di sana.
Perkara kerugian ekonomi gegara pendangkalan alur Pulau Bengkulu, saat itu dibeber Camat Enggano, Susanto, S.Pd kepada Radar Utara Baca Koran saat diwawancarai Minggu, 13 April 2025.
