Tumbuhan Aneh Muncul di Sebuah Pulau di Bengkulu
Kelapa aneh muncul di Bengkulu. Pahami nama ilmiah kelapa, dan temuan unik kelapa bertunas ganda di Pulau Enggano.-Radar Utara/ Benny Siswanto-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Tumbuhan aneh, muncul di salah satu pulau yang ada di Bengkulu : Enggano. Sebuah kelapa, ditemukan warga setempat tak sebagaimana lazimnya. Kelapa itu memiliki 2 tunas yang biasanya hanya tunas tunggal.
Warga setempat menemukan kelapa yang tumbuh tidak sebagaimana mestinya, yaitu memiliki dua tunas dalam satu buah. Kelapa yang aneh ini menarik perhatian karena biasanya kelapa hanya memiliki tunas tunggal.
Secara ilmiah, kelapa adalah tanaman dari kelas monokotil (berkeping satu) yang termasuk dalam suku palem-paleman atau Arecaceae, dengan nama latin Cocos nucifera.
Kehadiran kelapa bertunas ganda ini, meskipun langka, dapat terjadi karena faktor genetik atau kondisi lingkungan yang unik.
BACA JUGA:Lapas Arga Makmur Motori Aksi Tanam 1.000 Pohon Kelapa Bersama Forkopimda BU
BACA JUGA:Mimpi Melihat Buah Kelapa Banyak? Ini Pertanda Rezeki dan Kesuksesan yang Akan Datang
Temuan kelapa aneh ini di Pulau Enggano, Bengkulu, tidak hanya menjadi perbincangan lokal, tetapi juga menjadi bukti akan keunikan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia.
Kelapa yang terbilang aneh itu, ditemukan Winato Rudi Setiawan, seorang warga di Desa Banjarsari Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.
Selintas, Rudi mencerita, awalnya kelapa itu ditemukan di sekitaran pepohonan kelapa yang memang menjadi salah satu tanaman khas di pulau.
Birokat yang bertugas di Kantor Camat Enggano dan sempat menjadi Pj Kades Banjarsari ini memang mempunyai hobi membonsai tanaman.
BACA JUGA:Menilik Arti Mimpi Memanjat Pohon kelapa Dan Memetik Buahnya
BACA JUGA:Bukan Hanya Menyegarkan, Ternyata Ini Manfaat Mengkonsumsi Daging Kelapa Muda
"Kebetulan saya ini memang hobi bonsai mas. Awalnya, cuma mencari bahan (istilah tanaman yang akan dijadikan bonsai). Tapi setelah ditengok, kok beda. Aneh. Saya cek lebih dekat, ternyata punya tunas dua," ungkap Rudi, dibincangi Radar Utara lewat sambungan telepon pribadinya, Kamis,12 September 2025 petang.
Kelapa banyak ditemukan di kawasan pesisir dan kepulauan karena sangat cocok untuk lingkungan tropis dan pesisir, dengan kemampuan beradaptasi yang baik pada kondisi tanah dan angin laut, serta mudah menyebar melalui air. Asal-usulnya diperkirakan dari daerah Indo-Malaya.
