Iklan doni 2

Pesantren Afna, Wujud Nyata Pitutur Jawa 'Pingin Urip Mulyo Kudu Wani Rekoso'

Pengasuh Pondok Pesantren Afna, Kiyai Miftahul Huda Alchakimi.-Radar Utara/Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Pingin urip mulyo kudu wani rekoso, salah satu pitutur Jawa kuno yang berarti ingin hidup mulia harus berani bersusah payah, bukan sekadar pepatah bagi Pondok Pesantren Al Fattah Nailul Anwar (Afna).

Nasihat penuh makna itu telah menjadi semangat dan landasan dalam membangun pesantren yang terletak di Desa Sari Makmur, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko.

Dipimpin oleh sosok muda kharismatik, Miftahul Huda Alchakimi atau akrab disapa Gus Huda, Pesantren Afna berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dari yang awalnya sederhana, kini pesantren tersebut telah menjadi pusat pendidikan agama Islam yang diminati oleh ratusan santri, baik dari wilayah Mukomuko maupun daerah tetangga.

Perjalanan panjang pesantren ini tidaklah mudah. Gus Huda bersama para pengurus dan masyarakat sekitar bahu-membahu mendirikan serta mengembangkan pesantren. Filosofi “wani rekoso” benar-benar diwujudkan, dengan penuh kesabaran dan kerja keras dalam mendidik generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, serta siap menghadapi tantangan zaman.

BACA JUGA:Tangis Haru Warnai Penjengukan Santri Pesantren Afna Setelah 41 Hari Berpisah

BACA JUGA:Pesantren Afna Utus Santri Berprestasi ke Ajang O2SN Tingkat Provinsi Bengkulu

Kini, pesantren Afna bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat pembinaan karakter. Santri diajarkan hidup sederhana, disiplin, serta mengedepankan akhlak dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Jumlah santri yang terus bertambah menjadi bukti bahwa pesantren Afna semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Ratusan anak-anak dengan latar belakang yang beragam kini menimba ilmu di bawah bimbingan Gus Huda.

“Alhamdulillah, semua ini berkat doa, kerja keras, dan dukungan dari masyarakat. Kami berusaha menjadikan pesantren ini bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat pengabdian untuk umat,” ujar Gus Huda.

Selain mendalami ilmu agama, para santri juga dilatih untuk memiliki keterampilan hidup. Hal ini sejalan dengan visi pesantren agar lulusan Afna tidak hanya mumpuni dalam ilmu keislaman, tetapi juga siap mandiri dalam kehidupan sosial.

Program-program pesantren pun dirancang menyesuaikan kebutuhan zaman. Sejumlah kegiatan pesantren hingga pelatihan keterampilan praktis menjadi bagian dari keseharian para santri. Semua itu dibingkai dengan nilai-nilai kemandirian dan gotong-royong.

BACA JUGA:Pesantren Afna Terus Bergerak Maju, Satukan Ilmu, Harta dan Tenaga Demi Generasi Berakhlakul Karimah

BACA JUGA:Pesantren Afna, Pilihan Orang Tua untuk Bekal Ilmu dan Akhlak Anak Sejak Dini

Pesantren Afna berkomitmen untuk terus berkembang, memberikan pendidikan yang lebih baik, serta menjadi benteng moral masyarakat. Gus Huda menegaskan, perkembangan pesantren ini tidak akan berhenti di sini, melainkan terus ditingkatkan dengan inovasi dan kerja nyata.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan