Iklan doni 2

Sebagian Koperasi Desa Merah Putih Stagnan, Terkendala Modal dan Pembinaan?

Sebagian Koperasi Desa Merah Putih Stagnan, Terkendala Modal dan Pembinaan? (Ilustrasi)-Internet-

KETRINA, RADARUTARA.BACAKORAN.CO- Sebagian besar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang telah terbentuk dan mengurus perizinannya di masing-masing kecamatan terpantau dalam kondisi stagnan dan belum berhasil mengeksekusi program kerjanya. 

Kondisi ini pun, diduga disebabkan oleh beberapa kendala yakni, keterbatasan modal dan kurangnya peningkatan kapasitas bagi pengurus.

Camat Putri Hijau, K. Agus Mujahidin, melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasi PMD), Posma Gultom, membenarkan situasi tersebut. 

Menurut Posma, rata-rata desa masih menunggu petunjuk lanjutan dan program kerja, terutama terkait permodalan, dari pihak terkait.

"Saat ini seluruh Kopdes Merah Putih masih dalam kondisi stagnan atau jalan di tempat," kata Posma.

BACA JUGA:Disperindag Segera Kumpulkan Ketua Kopdes, Bahas Arah Usaha Desa

BACA JUGA:Pasca Diluncurkan, Kopdes Merah Putih Masih Jalan di Tempat

"Sebagian besar desa masih menunggu petunjuk lanjutan atau program kerja lanjutan dari pihak terkait, khususnya dalam hal permodalan," imbuhnya.

Posma mengakui bahwa hingga saat ini belum ada instruksi atau petunjuk khusus dari dinas terkait yang disampaikan kepada masing-masing Kopdes. 

Meskipun begitu, Posma memastikan bahwa seluruh Kopdes Merah Putih di Kecamatan Putri Hijau telah menuntaskan proses perizinan administratif.

"Dari sisi administratif, tidak ada kendala lagi bagi pengurus Kopdes untuk mengeksekusi program kerja yang sudah direncanakan, terutama dalam mengelola simpanan pokok dan wajib anggota," jelas Posma.

Stagnasi ini menjadi tantangan serius bagi pengembangan ekonomi di tingkat desa, meskipun secara administratif Kopdes sudah memenuhi syarat. 

BACA JUGA:Disperindag Segera Kumpulkan Ketua Kopdes, Bahas Arah Usaha Desa

BACA JUGA:Pasca Diluncurkan, Kopdes Merah Putih Masih Jalan di Tempat

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan