Kenapa Disebut Cadas Pangeran? Sejak Awal Abad 19, Ungkap Kisah Jalan Penuh Sejarah
Kenapa Cadas Pangeran? Cari tahu sejarahnya, siapa pembuatnya, dan tahun pembangunannya di balik jalan bersejarah penuh drama ini.-Instagram/@aslisumedang-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Diketahui bahwa Jalan Cadas Pangeran mendapat nama tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap keberanian Bupati Sumedang, Pangeran Kusumadinata IX (Pangeran Kornel), ketika berhadapan dengan Gubernur Jenderal Daendels dalam proyek pembangunan jalan.
Adapun Kata "Cadas" menggambarkan kondisi medan yang keras dan berbatu, sedangkan "Pangeran" merujuk pada sosok Pangeran Kornel yang tegas menolak kerja paksa (rodi) bagi rakyatnya.
Untuk Kisah Cadas Pangeran berawal dari pembangunan Jalan Raya Pos Anyer- Panarukan yang digagas Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, pada masa penjajahan.
Jalur ini melewati medan berat berupa tebing dan jurang di wilayah Sumedang, yang kemudian dikenal sebagai Cadas Pangeran. Proyek tersebut dilaksanakan dengan kerja rodi (kerja paksa), sehingga menimbulkan penderitaan dan menelan banyak korban jiwa dari rakyat pribumi.
Cerita ini juga memuat sikap tegas Pangeran Kornel, Bupati Sumedang, yang menentang kebijakan Daendels, ditandai dengan pertemuan bersejarah penuh keberanian antara keduanya.
BACA JUGA:Ternyata Nama Jalan Bancuey Jawa Barat, Sudah Masyhur Sejak Abad 19
Di sisi liannya juga bahwa Jalan Cadas Pangeran dibangun pada tahun 1808 oleh pemerintah kolonial Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, sebagai bagian dari proyek Jalan Raya Pos Anyer Panarukan.
Proses pembangunannya menggunakan sistem kerja paksa (rodi) yang melibatkan masyarakat setempat, sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.
Sedangkan waktu Pembangunan Jalan Cadas Pangeran dimulai pada tahun 1808 sebagai bagian dari proyek Jalan Raya Anyer Panarukan yang diprakarsai Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, meskipun ada sumber lain yang menyebutkan bahwa pengerjaan utamanya berlangsung pada tahun 1809.
