Sektor Pertanian, Edi Tiger: Pemerintah Harus Jamin Profesi Petani
Mohd. Gustiadi, S.Sos-Radar Utara/Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Pemerintah dinilai harus berani memberikan jaminan terhadap masyarakat yang menggeluti profesi pertani, termasuk di Provinsi Bengkulu.
Demikian disampaikan Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu, Mohd. Gustiadi, S.Sos. Menurutnya, jaminan itu semata-mata untuk keberlangsungan sektor pertanian di daerah.
"Sampai dengan saat ini, di wilayah pedesaan daerah kita, sebagian besar orang tua yang berprofesi petani, malah mendorong anak-anak mereka, untuk mencari pekerjaan ke kota-kota besar," ungkap pria yang akrab disapa Edi Tiger ini.
Ini secara langsung, lanjut Edi Tiger, mereka tahu persis bagaimana nelangsanya hidup menjadi petani, terutama petani tanaman pangan dan hortikultura.
"Ironisnya, mereka sangat rela dan ikhlas menjual sebagian sawah ladang yang dimilikinya, guna membiayai anak-anaknya menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi," kata Edi Tiger, Rabu 13 Agustus 2025.
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas Kebun, Dinas Pertanian Latih 23 Kelompok Petani Sawit
BACA JUGA:Serap 2.100 Ton Gabah Petani
Dalam artian, sambung Edi Tiger, para orang tua ini lebih meyakini, hanya dengan pendidikan yang lebih tinggi, menjadi peluang bagi anak-anak mereka untuk dapat bekerja jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta besar.
"Dengan fakta ini, jadi siapa yang nantinya melanjutkan profesi petani, kalau para petaninya sendiri terekam melarang anak-anaknya jadi petani," ujar Edi Tiger.
Apakah mungkin, anak-anak petinggi negara atau putera-puteri pengusaha besar sekelas konglomerat berkenan meminta anak-anaknya berprofesi sebagai petani padi yang turun langsung ke sawah, untuk berjibaku dengan lumpur.
"Saya rasa tidak mungkin juga. Makanya ini menjadi sebuah masalah besar yang butuh perhatian serius pemerintah," sampai Edi Tiger.
Edi Tiger menambahkan, jika bendera negara agraris masih ingin dikibarkan, soal regenerasi petani tanaman pangan dan hortikultura ini butuh kebijakan yang langsung menukik kepada akar masalahnya.
BACA JUGA:Dukung Kesejahteraan Petani, Pemkab Mukomuko Siap Salurkan 12 Traktor Bantuan untuk Kelompok Tani
BACA JUGA:Dinas Pertanian Dorong Transformasi Petani Mukomuko Lewat Sekolah Lapang
