Iklan doni 2

Gunung Padang Jabar Jejak Era Megalitikum, Dipercaya Berusia 25.000 Tahun

Kenapa dinamakan Gunung Padang? Telusuri fakta dan misteri situs megalitikum ini, serta kontroversi di balik alasan Gunung Padang tidak digali.-Wikipedia.org-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sebagaimana diketahui bahwa Situs Gunung Padang, yang diyakini merupakan peninggalan kebudayaan Megalitikum, diperkirakan berusia antara 10.000 hingga 25.000 tahun sebelum Masehi.

Untuk lokasinya berada di Jawa Barat, situs bersejarah ini berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Sedangkan nama Gunung Padang itu sendiri berasal dari bahasa Sunda dan berarti gunung yang luas, bersih, dan terang.

Dalam bahasa Sunda, kata Padang memiliki makna terang atau bercahaya , yang kemungkinan merujuk pada panorama luas yang terlihat dari puncak atau cahaya alami yang memancar dari kawasan ini, khususnya pada malam hari.

Selain itu ada pula tafsir lain yang menyebut Padang sebagai akronim dari Pa-da-Hyang , yang dimaknai sebagai tempat agung para leluhur.

BACA JUGA:Pesona Pendakian Gunung Sawal Ciamis, Kenali Asal-Usul, Mistik, Lokasi, Kawahnya dan Benteng Kuno di Sana

BACA JUGA:Menguak Misteri Gunung Ciremai hingga Goa Sigolo-golo, Kisah Mistis di Balik Keindahan Alam di Majalengka

Di sisi lainnya juga Gunung Padang diperkirakan dibangun oleh masyarakat penganut tradisi megalitik pada rentang abad ke-4 hingga abad ke-16.

Akan tetapi tidak ada sosok individu yang tercatat sebagai pembangunnya, melainkan sebuah komunitas atau kelompok dengan tradisi megalitik yang kuat.

Temuan arkeologi mengungkap bahwa situs ini dirancang dengan kecerdasan arsitektur pada masa lampau, menggunakan material alami berupa batu columnar joint yang tersusun secara teratur dan presisi.

Sebenarnya Gunung Padang bukanlah situs yang sama sekali belum digali, namun proses penggaliannya dilakukan secara sangat hati-hati dan terbatas.

Hal ini juga disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti, situs ini merupakan peninggalan megalitik yang unik dan bernilai tinggi, sehingga setiap kegiatan penggalian harus mengutamakan pelestarian warisan budaya.

BACA JUGA:Misteri Gunung Sadakeling: Lokasi, Ketinggian, Puncak, dan Mitos di Balik Sejarahnya

BACA JUGA:Mengenal Situ Gunung Sukabumi: Dari Sejarah Situ Gunung Sukabumi hingga Fasilitas VIP

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan