Iklan doni 2

MTsN 5 Sumber Makmur Kekurangan Rumbel, Siswa Terpaksa Belajar di Masjid

Terlihat rumbel swadaya masyarakat untuk siswa MTsN 5 Sumber Makmur dengan dinding papan dan lantai tanah-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO — Kondisi sarana pendidikan di MTsN 5 Desa Sumber Makmur SP8, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, kini tengah menjadi perhatian.

Sekolah negeri yang berada di wilayah pedesaan ini mengalami kekurangan ruang belajar (Rumbel) bagi siswa. Akibatnya, sejumlah siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar di ruangan darurat dengan kondisi yang sangat sederhana, bahkan sebagian belajar di dalam masjid desa.

Kepala MTsN 5 Sumber Makmur, Zulhaeri, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang belajar tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah peserta didik yang mendaftar setiap tahun.

Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah ini sangat tinggi, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, terutama ruang kelas.

“Karena jumlah ruang belajar yang tersedia tidak mencukupi, kami terpaksa menyulap beberapa ruangan yang semestinya bukan untuk kegiatan belajar menjadi ruang kelas. Seperti ruang perpustakaan dan laboratorium komputer,” ujar Zulhaeri.

BACA JUGA:Didik Siswa Kuasai Sholat Jenazah dan Zikir, MTSN 5 Sumber Makmur Jadi Pilihan Orang Tua

BACA JUGA:Madrasah Kian Diminati, Namun Tak Semua Penuh Siswa

Namun, upaya tersebut belum mampu mengakomodir seluruh siswa. Kondisi ini mendorong pihak komite sekolah dan warga setempat untuk mengambil langkah swadaya dengan membangun ruang belajar tambahan secara mandiri.

Dua ruang belajar darurat sedang dibangun menggunakan material seadanya, seperti papan dan triplek bekas, dengan lantai yang masih berupa tanah.

“Alhamdulillah, dukungan dari masyarakat sangat besar. Meski dengan keterbatasan bahan dan biaya, warga bergotong royong membangun dua ruang belajar baru agar anak-anak bisa belajar dengan lebih layak. Saat ini bangunan tersebut masih dalam tahap pengerjaan,” tambahnya.

Sambil menunggu selesainya pembangunan ruang belajar darurat tersebut, pihak sekolah terpaksa memindahkan sebagian kegiatan belajar mengajar ke masjid desa. Situasi ini tentu jauh dari ideal, mengingat kenyamanan dan konsentrasi belajar siswa sangat terpengaruh oleh kondisi tempat belajar yang tidak permanen.

Pihak sekolah berharap ada perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah untuk membantu mengatasi persoalan ini. Kebutuhan akan ruang belajar yang layak sudah sangat mendesak, mengingat peningkatan jumlah siswa tiap tahunnya terus bertambah.

BACA JUGA:731 Milyar Untuk Guru RA dan Madrasah, Ini Syaratnya

BACA JUGA:Cetak Generasi Unggul, Kemenag Komitmen Tingkatkan Mutu Madrasah di Mukomuko

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan