Keakuratan Adminduk, DPRD Dorong Disdukcapil Lebih Gesit
Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Ikbal Andeka Putra-Radar Utara / Abdurrahman Wachid-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Data elektronik diri atau identitas kependudukan, penting sekali dimiliki oleh seluruh penduduk Indonesia.
Urgensi sangat banyak, terutama soal data kemiskinan, data jaminan kesehatan dan data-data lain saat ini telah terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan.
Pemahaman masyarakat masih menjadi tantangan, terkesan abai. Apalagi bagi mereka yang bermukim di wilayah desa dan kecamatan yang jauh dari pusat perkantoran layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk).
Bisa jadi bukan abai, mungkin karena himpitan perekonomian. Pelaporan Adminduk memang gratis tis, tapi ongkos perjalanan dari sejumlah desa dan kecamatan tidak gratis. Harus mengorbankan satu harinya untuk pengurusan Adminduk itu.
BACA JUGA:Soal Serapan APBD 2025 Bengkulu Utara, Anggota DPRD Ini Beri Catatan Khusus
BACA JUGA:Ketua DPRD, Parmin SIP: Dermaga Potensial Dongkrak Ekonomi Lokal Signifikan
Hal ini menjadi salah satu pencermatan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Ikbal Andeka Putra, belum lama ini.
Ia mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) meningkatkan kesadaran masyarakat agar patuh dan tertib administrasi kependudukan. Baik pencatatan kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk.

--
"Kepatuhan masyarakat terhadap Adminduk ini sangatlah penting apalagi di era digital ini. Semua layanan merujuk pada Identitas Elektronik,"ujar Ikbal Andeka Putra.
Tataran teknis di misalkan, upaya peningkatan itu kiranya bisa dilakukan melalui jalur pelatihan, sosialisasi, iklan media massa maupun terobosan lainnya.
BACA JUGA:Minta Disegerakan, Anggota DPRD Soroti Realisasi Serapan APBD BU TA 2025 Dinilai Lamban
BACA JUGA:DPRD BU Sidang Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan KUPA dan Prubahan PPPAS TA 2025
"Pemerintah, utamanya SKPD terkait harus lebih giat lagi memberikan edukasi tentang urgensinya. Pelatihan, iklan media massa dan lain sebagainya,"sambungnya.
