Serangan Penyakit Ngorok Belum Terkendali, 32 Kerbau dan 4 Sapi Dilaporkan Mati
Ternak mati akibat serangan penyakit ngorok-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
KETRINA, RADARUTARA.BACAKORAN.CO- Serangan penyakit ngorok pada ternak di wilayah Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), Kabupaten Bengkulu Utara belum terkendali.
Ini dibuktikan dengan jumlah ternak yang tertular dan dilaporkan mati secara mendadak, masih terus bertambah.
Sesuai data dihimpun oleh Radar Utara pada Rabu 23 Juli 2025,.sebanyak 32 ekor kerbau dan 4 ekor sapi milik masyarakat di Kecamatan MSS dilaporkan mati mendadak.
Kematian puluhan ternak ini diduga kuat akibat serangan penyakit ngorok.
Insiden ini menambah panjang daftar kerugian materi yang dialami peternak di wilayah tersebut.
Penyebaran kematian ternak ini terjadi di empat desa, yaitu Desa Suka Baru, Desa Suka Maju, Desa Suka Merindu dan Desa Suka Medan.
BACA JUGA:Stok Vaksin Penyakit 'Ngorok' di Kabupaten maupun Provinsi Kosong
BACA JUGA:Kasus Kerbau 'Ngorok' di Marga Sakti Sebelat Terus Bertambah, Peternak Diminta Waspada
Sebagian besar ternak yang mati sudah berada dalam kondisi sakit parah atau stadium akhir sehingga peluang untuk pulih sangat kecil.
Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Putri Hijau, Eri Zull, S.Pt, menyatakan bahwa petugas terus berupaya mengendalikan penyebaran penyakit ngorok ini.
Langkah-langkah yang diambil diungkapkan Eri Zull, meliputi pengobatan bagi ternak yang sudah terindikasi sakit dan vaksinasi bagi ternak yang belum tertular.
"Menurut data yang kami miliki hingga hari ini sudah ada 32 ekor kerbau dan 4 ekor sapi yang mati," ungkap Eri Zull.
Di sisi lain, Eri Zull mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menghadapi kendala serius terkait ketersediaan vaksin.
Stok vaksin milik pemerintah saat ini kosong, bahkan di Pusvetma Surabaya pun stoknya tidak tersedia.
