Iklan doni 2

Waspada DBD!! Cuaca Tak Menentu di Mukomuko Picu Perkembangbiakan Nyamuk

Kantor Dinas Kesehatan Mukomuko-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO – Masyarakat Kabupaten Mukomuko diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring dengan kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini.

Perpaduan antara hujan dan panas dalam waktu yang berdekatan dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab penyakit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, SKM, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak, terutama di tempat-tempat yang menampung air bersih yang tergenang.

“Cuaca yang sering berubah-ubah antara hujan dan panas sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk DBD. Genangan air akibat hujan yang kemudian terpapar sinar matahari menjadi tempat yang sangat baik bagi nyamuk untuk bertelur. Karena itu, masyarakat perlu waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan secara rutin,” ujarnya.

Bustam menambahkan bahwa salah satu bentuk pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan menerapkan prinsip 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

BACA JUGA:Antisipasi Risiko DBD, Pemdes Suka Maju Gandeng Puskesmas Lakukan Fogging

BACA JUGA:Masyarakat Jangan Lengah Wabah DBD Terus Mengintai

Plusnya yaitu mencakup tindakan tambahan seperti menggunakan obat nyamuk, memasang kelambu saat tidur, hingga menaburkan larvasida di tempat penampungan air yang sulit dikuras.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam upaya menekan kasus DBD. Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Mulailah dari lingkungan sendiri, bersihkan bak mandi, cek tempat-tempat yang bisa menampung air hujan seperti pot bunga, kaleng bekas, atau ban bekas,” tegasnya.

Menurut data Dinas Kesehatan, tren kasus DBD cenderung meningkat saat kondisi cuaca tidak stabil seperti sekarang ini. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui Puskesmas dan kader kesehatan di berbagai desa juga diminta terus melakukan sosialisasi dan pemantauan lingkungan secara berkala.

Selain itu, Bustam juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala-gejala demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, sakit kepala hebat, mual, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit. Gejala-gejala tersebut patut diwaspadai sebagai kemungkinan infeksi DBD.

“Mendeteksi dini dan penanganan cepat sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Jangan anggap sepele gejala yang muncul,” pungkas Bustam. (rel)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan