Komitmen Layanan Berkualitas, 11 Kali Berturut Raih WTM dengan DJS BPJS Kes Rp49,52 Triliun
Komitmen Layanan Berkualitas, 11 Kali Berturut Raih WTM dengan DJS BPJS Kes Rp49,52 Triliun-Dok. RADAR UTARA-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terus melakukan inovasi dan langkah konkret untuk menjamin kualitas layanan yang kian mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Indonesia.
Salah satu langkah nyata yang diwujudkan dalam komitmen untuk menghadirkan kualitas layanan terbaik itu, tergambar dari hasil audit Dana Jaminan Sosial atau DJS tahun 2024 lalu.
Untuk ke 11 kalinya pada era BPJS Kesehatan secara berturut, meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi atau WTM.
Selain itu, lembaga penyelenggara Jaminan Kesehatan ini, juga berhasil menjaga kesehatan Dana Jaminan Sosial atau DJS dengan aset bersih menembus angka Rp59,52 Triliun pada tahun 2024 lalu.
Tentu saja, nominal angka dalam rupiah tersebut, masih sesuai dengan target dan ketentuan, untuk menutup kebutuhan dana klaim setidaknya, 3,4 bulan ke depan.
Bahkan menariknya, hasil investasi BPJS kesehatan juga melebih target yang ditetapkan yakni menembus nominal senilai Rp5.395,6 Triliun.
BACA JUGA:Perkuat Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan BPJS Kesehatan
Sebagaimana dipaparkan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti dalam public exspose pengelolaan dan keuangan, BPJS Kesehatan, Senin, 14 Juli 2025 petang yang diikuti oleh seluruh jajaran dan media baik secara offline maupun online.
Dikatakan Ghufron, BPJS kesehatan terus menjaga komitmen dan kualitasnya terutama dalam hal layanan untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
Selama kurun waktu dan sepanjang tahun 2024 lalu, dipaparkan Ghufron, Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN, telah membuktikan dirinya mampu menjangkau dan semakin dekat dengan seluruh rakyat Indonesia yang tersebar di seluruh pelosok tanah air hingga ke perbatasan.
Ini sejalan dengan inovasi setiap waktu BPJS Kesehatan yang menghadirkan kemudahan akses dan membuka ruang pelayanan melalui berbagai kanal digital, website, on site, call center serta membangun kerjasama dengan seluruh fasilitas kesehatan di daerah terpencil.
Bahkan lebih rinci dan detail, Ghufron memaparkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan rakyat Indonesia, sudah bertengger pada angka 98,45% atau 278,1 juta peserta.
Capaian angka kepesertaan ini, diakui Ghufron, didukung pula oleh 35 provinsi dan 473 kabupaten/kota yang telah berhasil mencatat predikat Universal Health Coverage atau UHC.
