Kepentingan Perekonomian, Pembangunan Pelabuhan Tidak Mudah Tapi Tidak Mustahil
Pelabuhan Khusus (Pelsus) CPO milik PT Agricinal Sebelat yang pernah berjaya pada masanya, kini menyisakan kenangan.-Radar Utara / Abdurrahman Wachid-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Rencana pembangunan pelabuhan umum di Kabupaten Bengkulu Utara, terus berprogres.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE., M.AP., mengatakan bahwa saat ini progres pembebasan lahan telah mencapai 85 persen.
"Sekarang progresnya sudah 85 persen, maka saya meminta dukungan kepada masyarakat agar progresnya bisa terus meningkat," ujar Bupati, pada hari Senin, 14 Juli 2025.
Tak ditampiknya, bahwa mengundang investor itu tidaklah mudah.
Apalagi, dana untuk pembangunan pelabuhan itu hampir mencapai Rp 250 miliar.
BACA JUGA:Camat Dukung Rencana Pembangunan Pelabuhan Umum di Ketahun
BACA JUGA:Pelabuhan Pulau Baai Mulai Layani Kegiatan Jasa Kepelabuhan
Belum lagi, untuk pembangunan pabrik Crude Palm Oil (CPO) anggaran juga mencapai Rp 250 miliar.
"Mohon dukungannya, karena mendatangkan investor itu tidak gampang," ucapnya.
Namun, kembali kepada konsep berpikir awal, dengan adanya pelabuhan di Kabupaten Bengkulu Utara, tepatnya di area bekas dermaga khusus milik PT Injatama yang ada di Dusun Cakra, Desa Pasar Ketahun itu, terjadi peningkatan ekonomi daerah Kabupaten Bengkulu Utara.
Ia meyakini, dengan dibukanya aksesibilitas pelabuhan di Kabupaten Bengkulu Utara ini, maka kedepan akan banyak pabrik-pabrik CPO di Kabupaten Bengkulu Utara.
Selain itu, dengan terpotongnya rentang kendali kendaraan pengangkut CPO asal Kabupaten Bengkulu Utara, harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di daerah bisa terus meningkat.
BACA JUGA:Camat Dukung Rencana Pembangunan Pelabuhan Umum di Ketahun
BACA JUGA:Pelabuhan Pulau Baai Mulai Layani Kegiatan Jasa Kepelabuhan
