Alasan Sekolah Rakyat 200 M di Bengkulu Utara, 52 Hektar Satu Hamparan, Calon Dermaga, Jalur Lintas Barat
Hamparan program Kawasan tumbuh baru atau KTM Lagita seluas 52 hektar, telah terbangun Rumah Sakit Umum Daerah Lagita, Islamic Center, Perkantor Pemerintah hingga Unit Kantor Keimigrasian (UKK) yang membawahi beberapa kabupaten seperti Mukomuko hingga Leb-Dok Radar Utara-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Presiden Prabowo Subianto pengin memutus rantai kemiskinan di Indonesia secepat-cepatnya. Salah satunya dilakukan lewat program sekolah rakyat (SR).
Badan Pusat Statistik atau BPS, sudah melansir data makro kondisi yang tengah diberangus Prabowo Presiden ke-8 itu. Data kemiskinan di Indonesia BPS sebanyak 25,22 juta jiwa atau 9,03% penduduk masuk dalam angka kemiskinan di Indonesia 2025.
Pantauan Radar Utara, program pembangunan sarana dan prasarana program yang nilainya mencapai Rp 200-an miliar untuk memfasilitasi boarding school itu, layak dibangun di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.
Alasannya, Kabupaten yang telah "menelurkan" 2 wilayah otonom yakni Mukomuko dan Bengkulu Tengah (Benteng) ini, masih menjadi basis jumlah penduduk terbanyak kedua di Provinsi Bengkulu, setelah Kota Bengkulu.
BACA JUGA:Camat Dukung Penuh Pembangunan Sekolah Rakyat di KTM Lagita
BACA JUGA:Bupati Kejar Sekolah Rakyat : SK Kepsek & Guru dari Kemensos
Tak pelak, daerah ini acap menjadi yang ter di Provinsi Bengkulu. Baik itu dari sisi Dana Bagi Hasil atau DBH sektor Minerba yang tahun 2021 di bawah Bengkulu Tengah hingga DBH sawit Bengkulu Utara juga tertinggi kedua setelah Kabupaten Mukomuko.
Bukti luasnya wilayah dan jumlah penduduknya, bisa ditengok dari alokasi transfer ke daerah sektor Dana Desa. Daerah yang pernah dipimpin Ir H Mian, Wagub Bengkulu 2025, sekaligus menjadi Bupati Pertama yang mengusulkan DBH Sawit yang menjadi komposan transfer ke daerah pada 2023 itu, diketahui tahun 2025 ini memiliki dana desa tertinggi di Provinsi Bengkulu yakni Rp 171 miliar, menyebar untuk 215 desa di dalamnya.
Dari sisi luas wilayah, kabupaten yang tengah dipimpin Arie Septia Adinata dan Sumarno, sebagai pasangan kepala dan wakil kepala daerah ini tak juga perlu diragukan.
Pemda Bengkulu Utara memiliki lokasi atas nama pemerintah daerah yang relatif sudah clear and clean. Seperti proposal yang telah disampaikan Bupati, Arie Septia Adinata, SE, MAP tempo hari ke pusat sebagai usulan calon lahan pembangunan Sekolah Rakyat, diusulkan di atas lahan seluas 7,5 hektar.
BACA JUGA:Peluncuran Sekolah Rakyat, Wamensos Ingatkan Pentingnya Sinergi
BACA JUGA:Sekolah Rakyat, Ikhtiar Keluar dari Lingkaran Kemiskinan
Lokus yang diusulkan Pemda Bengkulu Utara, merupakan Kota Tumbuh Baru yang merupakan kawasan khusus yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Hasil pengerucutan program Kota Terpadu Mandiri (KTM) dari ratusan titik, kini menjadi kurang dari 10 titik di seluruh Indonesia.
