Sederet Upaya Pemda Untuk Masyarakat Enggano
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, H. Fitriansyah, S.STP., M.Si-Radar Utara / Abdurrahman Wachid-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sederet upaya Kabupaten Bengkulu Utara memastikan terpenuhinya sejumlah bahan pokok untuk masyarakat di Pulau Enggano yang sedang terisolasi transportasi sejak empat bulan terakhir, telah dilakukan secara maksimal.
Kekhawatiran yang paling mendasar dari pemerintah yakni, berpikir bagaimana caranya agar seluruh masyarakatnya tetap terpenuhi kebutuhan pokoknya, utamanya bahan pangan.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, H. Fitriansyah, S.STP., M.Si, belum lama ini.
"Data yang kami miliki, pada tanggal 27 Juni 2025 lalu, bahan pokok untuk masyarakat di Pulau Enggano masih aman hingga kebutuhan satu bulan ke depan,"ucap Sekda.
BACA JUGA:Bukan Kelaparan, Ini Masalah yang Dihadapi Masyarakat Enggano
BACA JUGA:Bupati Jemput Rp 25 Miliar Untuk Kampung Nelayan Merah Putih di Enggano
Lebih rinci ia menjelaskan, dari 16 ton beras yang didistribusikan pada pada tanggal 10 Juni 2025 lalu, pada 27 Juni 2025 lalu masih tersedia sebanyak 8 ton.
Konsumsi untuk 4.334 orang masyarakat Enggano, diperkirakan baru akan habis di awal Agustus 2025 mendatang.
Termasuk ketersediaan minyak goreng, saat ini masih tersedia sebanyak 600 kilogram, sedangkan bahan pokok lainnya, seperti garam, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih dalm lain sebagainya masih aman.
Tak ditampiknya, meskipun sempat mengalami kenaikan harga di pasaran, namun kenaikannya masih dalam kategori wajar.
Lantas, untuk kembali menstabilkan harga itu, pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Utara tak tinggal diam. Langsung melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pulau Enggano.
BACA JUGA:Fakta Harga Pisang Rp 15 ribu per Tandan, Enggano: Terimakasih Prabowo
BACA JUGA:4.000 Jiwa Masyarakat Pulau Enggano Tarik Perhatian Publik
Sementara itu, untuk pasokan BBM di pulau Enggano diprediksi akan masih bisa bertahan hingga satu bulan kedepan.
