Iklan doni 2

Mengenal Mitos di Candi Cangkuang Garut, Jejak Peradaban Hindu Abad ke 8

Mengenal Mitos di Candi Cangkuang Garut, Jejak Peradaban Hindu Abad ke 8-idsejarah.net-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Candi Cangkuang merupakan salah satu dari candi Hindu yang sudah ada sejak abad ke-8.

Terletak di sebuah pulau kecil di tengah-tengah Situ Cangkuang di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat yang saat ini Dedi Mulyadi menjabat sebagai Gubernur Jabar 2025.

Akan tetapi, di balik keindahan situ cangkuang ternyata ada beberapa mitos yang terjadi di Candi Cangkuang yang berada di kabupaten Garut ini.

Mitos dari Candi Cangkuang yang Ada di Garut

1. Larangan Berziarah pada Hari Rabu

Masyarakat yang berada di sekitar Candi Cangkuang percaya jika tidak ada yang boleh berziarah ke tempat ini pada hari Rabu.

BACA JUGA:Musim Liburan Sudah Tiba, Puncak Bogor Jawa Barat Jangan Sampai Terlewatkan

BACA JUGA:Menyelisik Tabir Sakral di Makam Eyang Batara Turus Bawa, Upacara Siraman dan Ngalungsur Geni di Garut

Hal ini disebabkan karena masyarakat yang berada di sekitar percaya jika hari Rabu merupakan hari untuk pemujaan Dewa Siwa dalam kepercayaan dalam tradisi Hindu.

Oleh sebab itu, jika ada yang berziarah pada hari Rabu ke makam maupun candi cangkuang, maka orang yang berziarah akan dapat membawa kesialan.

2. Dilarang Memelihara Hewan Berkaki Empat

Di sekitaran candi cangkuang juga dilarang untuk memelihara hewan berkaki empat kecuali kucing.

Hal ini disebabkan karena ditakuti jika hewan berkaki empat akan dapat merusak makam maupun candi.

BACA JUGA:Penggalan Kepala Kerbau, Sesaji Tujuh Rupa dalam Rituali Nadran Nelayan Pantai Selatan, Seru dan Sarat Makna!

BACA JUGA:Mitos Suku Sunda Paling Sering Dilanggar

3. Dilarang Menabuh Gong Besar

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan