Iklan doni 2

Upacara Penuh Magis hingga Doa Tolak Bala, dalam Babarit Kuningan

Upacara Penuh Magis hingga Doa Tolak Bala, dalam Babarit Kuningan-Kuninganoke.com-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO — Di tengah keragaman budaya Nusantara, Kabupaten Kuningan menyimpan sebuah tradisi unik bernama Upacara Babarit. 

Upacara ini bukan hanya ritual biasa, melainkan wujud nyata syukur sekaligus permohonan perlindungan dari marabahaya yang dipercayai mampu menjaga keharmonisan warga desa.

Momen Sakral Bulan Suro

Babarit biasanya digelar masyarakat Desa Saranghiang pada bulan Suro. Bulan pertama kalender Jawa yang dianggap penuh dengan aura spiritual dan potensi gangguan negatif. 

Dalam pandangan masyarakat setempat, bulan Suro membawa tantangan dan ujian, sehingga dilakukan ritual untuk menolak hal-hal buruk yang mungkin datang.

BACA JUGA:Kisah Misteri Dermaga Kuno di Pantai Santolo Garut, Jawa Barat

BACA JUGA:Cari Tahu Yuk Khas Kota Sukabumi yang Dijuluki Kota Santri

Tradisi ini tidak hanya diikuti oleh warga Saranghiang saja, tetapi juga oleh penduduk di desa sekitar. 

Ini menunjukkan, betapa kuatnya ikatan sosial dan rasa kebersamaan yang terjalin melalui ritual tersebut.

Doa Bersama dan Penyembelihan Domba Kendit 

Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta sekaligus memohon keselamatan bagi seluruh warga. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan penyembelihan seekor domba yang disebut domba kendit.

Domba kendit adalah jenis domba khusus yang memiliki warna hitam dengan garis putih melingkar di bagian perutnya. 

BACA JUGA:Kota Patriot hingga Bir Pletok, Yuk Kenali Icon dan Khas Kota Bekasi Jawa Barat

BACA JUGA:Upacara Nyangku, Pembersihan Pusaka Warisan Kerajaan, Ritual Mistis di Ciamis

Secara visual, ia hampir mirip dengan domba biasa, namun dipercaya memiliki kekuatan spiritual yang lebih. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan