Harga Kopi Ikuti Tren Pasar Global dan Cuaca Buruk
Petani Kopi-net-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu mencatat penurunan signifikan harga kopi mentah dan bubuk di pasaran lokal.
Kondisi ini dipicu fluktuasi harga komoditas secara global serta faktor cuaca yang tidak menentu.
Berdasarkan data terbaru Dinas TPHP, harga biji kopi asalan atau yang belum terolah, turun dari Rp 65.000/kg menjadi Rp 57.000/kg.
Sementara kopi petik merah atau yang dipanen saat buah merah sempurna, turun dari Rp 70.000/kg ke Rp 65.000/kg.
Penurunan terbesar terjadi pada kopi arabika yang merosot 33 persen dari Rp 150.000/kg menjadi Rp100.000/kg.
BACA JUGA:Termasuk Penghasil Terbesar, Ini Target Gubernur Helmi untuk Kopi Bengkulu
BACA JUGA:Dari Tradisi hingga Proses Pembuatannya, Berikut Daftar 5 Kota dengan Kopi Paling Menarik di Dunia
"Penyesuaian juga terjadi pada produk olahan. Bubuk kopi asalan turun dari Rp 150.000/kg ke Rp 130.000/kg, bubuk petik merah dari Rp 200.000/kg menjadi Rp 180.000/kg, dan bubuk arabika saat ini Rp 250.000/kg," jelas Kasi Perkebunan Dinas TPHP, Johan Syahneri.
Menurut Johan, penurunan ini dipicu dua faktor utama. Pertama, anjloknya harga global, karena tidak adanya patokan harga pemerintah.
"Sehingga membuat harga kopi Bengkulu, sangat bergantung pada pasar internasional," kata Johan, Jum'at 13 Juni 2025.
Kedua, lanjut Johan, dampak cuaca. Dimana kondisi iklim yang tidak optimal di negara produsen kopi utama, memicu kelebihan pasokan global.
BACA JUGA:Kalian Wajib Tau 9 Manfaat Kesehatan dari Mengkonsumsi Teh Daun Kopi untuk Tubuh
BACA JUGA:Yuk Simak 5 Fakta Menarik dari Kopi Decaf yang Baik Dikonsumsi untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
"Meski demikian kita mendorong petani tetap memanen buah kopi saat matang sempurna. Karena selisih harga kopi asalan dan petik merah masih signifikan," imbau Johan.
