Garut Kota Intan, Sukarno dan Jejak Peradaban Hindu-Islam di Tatar Pasundan
Garut Kota Intan, Sukarno dan Jejak Peradaban Hindu-Islam di Tatar Pasundan -ANTARA/Feri Purnama-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Garut bisa diibilang kota kecil di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Sebuah daerah di gugusan pulau besar Indonesia yang kini dipimpin Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar 2025.
Kota Garut menyimpan kekayaan sejarah yang penuh dengan warna menarik untuk diungkap.
Kota Garut juga dijuluki Kota Intan. Julukan ini pertama kali diberikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, sekitar tahun 1960 pada saat putra saat fajar berkunjung ke sana.
Julukan Kota Intan, didasarkan karena pada saat Soekarno berkunjung ke Garut, ia melihat warna atap-atap dari bangunan rumah yang dicat dengan warna putih mengkilap. Mirip intan.
Sejarah Asal Usul Nama Garut
Nama "Garut" ternyata sangat berkaitan dengan kisah-kisah unik yang terjadi pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia.
Pada masa pemerintah kolonial, sebuah tim ekspedisi melakukan penelitian di wilayah itu, salah seorang dari tim ekspedisi terkena duri yang sangat tajam dari salah satu tumbuhan yang ada di sana.
BACA JUGA:Tari Mapag Panganten dalam Prosesi Pernikahan Adat Sunda Sudah Ada Sejak 1920
BACA JUGA:Corak Agraris Lampau, Nyalin, Tradisi Masyarakat Sunda Karawang
Duri dari tumbuhan tersebut melukai kulit salah seorang tim ekspedisi, yang dalam bahasa Sunda-nya disebut, "garut" yang memiliki arti tergores.
Peristiwa yang terjadi pada peneliti ini dianggap cukup signifikan hingga nama tersebut diabadikan menjadi salah satu nama daerah yaitu Garut.
Akan tetapi, ada versi lain juga yang menyebutkan bahwa kata "Garut" sebenarnya berasal dari bahasa Sunda kuno, yaitu "gurad" atau "gurat," yang juga memiliki arti tergores.
Terlepas dari berbagai versi asal mula nama Garut, kini Kota Garut telah dikenal sebagai salah kota yang penuh warisan budaya serta sejarah yang masih dilestarikan oleh masyarakat lokal yang ada di sana.
