Mengenal Sejarah di Balik Kesenian Kuda Renggong Khas Sumedang, Jawa Barat
Mengenal Sejarah di Balik Kesenian Kuda Renggong Khas Sumedang, Jawa Barat-bisnisbandung.com-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Sumedang, tak hanya masyhur dengan Tahu-nya saja. Daerah komposan Provinsi Jawa Barat (Jabar) ini, merupakan salah satu daerah yang menarik untuk diulik.
Tidak hanya sebagai wilayah “besar” di Indonesia, secara wilayah atau pun jumlah penduduk, sehingga menempatkan Jabar memiliki posisi “tawar” yang tinggi dalam kontestasi politik nasional.
Daerah yang kini tengah dipimpin Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar 2025, menyimpan segudang cerita legenda dan sejarah dari setiap wilayah di tatar Pasundan.
Kuda Renggong, salah satunya. Adalah sebuah kesenian tradisional dari Kabupaten Sumedang. Setiap penampilannya, akan melibatkan 1 hingga 4 kuda yang terlatih untuk menari yang diiringi alat musik tradisional khas masyarakat Sunda.
Bukan hanya sekedar pertunjukan, ternyata kesenian Kuda Renggong menyimpan sejarah panjang serta nilai sosial yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Sunda.
BACA JUGA:Tari Topeng Kelana, Jejak Peradaban Bangsa dari Cirebon yang Tertulis di Kitab Negara Kertagama
Asal Usul dan Sejarah
Kesenian tradisional Kuda Renggong adalah salah satu dari pertunjukan yang akan memadukan keterampilan berkuda yang akan dikombinasikan dengan gerakan tari serta diiringi musik, sehingga akan dapat menciptakan hiburan yang sangat unik.
Kesenian Kuda Renggong ini pertama kali muncul di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Konon kesenian ini, sudah ada sekitar tahun 1910.
Seperti dikisahkan seorang anak yang bernama Sipan, melihat gerakan alami pada kuda, kemudian ia melatih kudanya agar dapat menari yang akan mengikuti irama musik.
Nama “renggong” sendiri sebenarnya berasal dari metatesis yang memiliki arti keterampilan dalam berjalan.
Pada awalnya kesenian kuda renggo diciptakan untuk menjadi hiburan bagi penguasa Kerajaan Sumedang Larang.
BACA JUGA:Kaulinan Barudak Sunda, Permainan Tradisional Khas Jawa Barat yang Tak Lekang Oleh Waktu
