Jarang Bermimpi, Normalkah? Studi : Mimpi Itu Penting Loh Dreamer
Jarang Bermimpi, Normalkah? Studi : Mimpi Itu Penting Loh Dreamer-Shutterstock-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Dreamer. Beragamnya tafsir mimpi, sebenarnya dapat menjadi khasanah instrospeksi diri dan berkontemplasi.
Tapi, bagaimana dengan orang yang jarang bermimpi atau sulit bermimpi? Apa artinya jika seseorang jarang bermimpi? Bisa jadi, Anda tidak mendapatkan fase tidur yang diistilahkan Rapid Eye Movement (REM).
Sudut pandang keilmuan (psikologi), mengantarkan pada sebuah hipotesis, mereka yang tidak atau sulit bermimpi, diduga terjerembab dalam kecemasan, depresi, lantaran stres yang terus menerus.
Kondisi tidur yang begitu pulasnya, sehingga aktivitas di pembaringan begitu terjaga dan otak memfungsikan alam bawah sadarnya (subconsius mind).
Sebagai mahluk yang khitahnya adalah ciptaan dari pemilik jagad alam raya. Sebagai zonpoliticon atau mahluk sosial.
BACA JUGA:Perubahan Besar Akan Terjadi dalam Mimpi Pindah Rumah Baru, Benarkah?
BACA JUGA:Mukjizat Khataman Nabiyyin, Memahami Makna Mimpi Membaca Alquran
Tidak satu pun manusia, mampu hidup dengan sendirinya. Tanpa, bantuan orang lain. Baik manusia, hewan, tumbuhan hingga alam.
Karena serangkaian kehidupan, melibatkan lintas dimensi yang dinamakan dengan kebutuhan, baik primer (pokok) maupun sekunder (sampingan), bahkan tersier (kebutuhan tambahan), seperti perhiasan dan sebagainya.
Berbagai studi, kajian, hingga rujukan samawiyah, menuntut adanya mimpi dalam artian harfiah. Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah bermimpi. Minimal, mimpi basah.
Maka muncul pertanyaan, apakah tidak bermimpi itu normal?
Bukan berarti tak mengingat mimpi, maknanya tidak pernah bermimpi. Karena tidak semua orang, mampu mengingat peristiwa alam bawah sadarnya.
BACA JUGA:Makan Merupakan Kebutuhan, Pahami Makna Mimpi Lagi Makan
BACA JUGA:Agak Laen Ini, Ternyata Ini Arti Mimpi Suami Dipenjara
