Efisiensi Anggaran? Hewan Qurban 2025 di Bengkulu Utara Merosot 20 Persen
Efisiensi Anggaran? Hewan Qurban 2025 di Bengkulu Utara Merosot 20 Persen-Radar Utara / Abdurrahman Wachid-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Jumlah qurban di Kabupaten Bengkulu tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi di Kabupaten Bengkulu Utara alami penurunan.
Data diperoleh radar utara baca koran dari Kantor Kementerian Keagamaan Kabupaten Bengkulu Utara, jumlah total penyembelihan hewan qurban berjumlah 1.667 ekor.
Didominasi dengan hewan sapi berjumlah 1.088 ekor, kerbau sebanyak 20 orang, sedangkan kambing sejumlah 559 ekor.
"Berdasarkan laporan dari seluruh kantor KUA di seluruh Kecamatan, total hewan qurban tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi ini, berjumlah 1.667,"ujar Kamenag Kabupaten Bengkulu Utara, Dr. H. Sipuan, S.Ag., MM., sebelumnya sholat Idul Adha di Lapangan Padang Jaya.
BACA JUGA:Bupati Mukomuko Ucapkan Terima Kasih atas Bantuan Sapi Kurban dari Presiden Prabowo
BACA JUGA: Idul Adha, 210 Hewan Kurban di Putri Hijau Dipastikan Layak Konsumsi
Sejumlah hewan qurban tersebut dilakukan penyembelihan di 296 titik. 286 penyembelihan di masjid, sementara 10 sisanya dilakukan di lapangan.
Mencermati jumlah itu, berdasarkan arsip radar utara animo ibadah qurban masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara tahun ini merosot jauh daripada tahun 2024 lalu.
Pada tahun 2024 lalu, jumlah penyembelihan hewan qurban mencapai 1.835 ekor. Didominasi hewan sapi sebanyak 1.170 sapi, kerbau 26 ekor dan kambing 640 ekor.
Sementara itu, untuk kecamatan terbanyak penyembelihan hewan qurban masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni Kecamatan Kota Arga Makmur.
BACA JUGA:Daging Kurban Bantuan Presiden Tak Cukup, Ketua Masjid Agung Mukomuko Sampaikan Permohonan Maaf
BACA JUGA:Puluhan Warga Fakir Miskin di XIV Koto Gagal Terima Daging Kurban Bantuan Presiden
Pada tahun 2025 ini, jumlahny sebanyak 265 ekor, sedangkan pada tahun 2024 lalu sebanyak 255 ekor.
Tidak ada pendapat spesifik mengapa kemerosotan jumlah hewan qurban ini terjadi, akankah dampak dari efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh presiden Prabowo Subianto, tentu itu hanya sepintas dibenak belum tentu kebenarannya.
