Iklan doni 2

Mengulik Sejarah Tari Jaipong, Budaya dari Tanah Sunda

Mengulik Sejarah Tari Jaipong, Budaya dari Tanah Sunda-infobudaya.net-

RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Tari Jaipong merupakan salah satu kekayaan budaya di Indonesia yang berasal dari tanah Sunda, Jawa Barat yang saat dipimpin oleh Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar 2025.

Tari Jaipong bukan hanya sekedar untuk hiburan untuk semata, melainkan juga salah satu warisan seni yang dapat menggambarkan keceriaan, keindahan, serta kekuatan tradisi dari masyarakat Sunda.

Sebagai salah satu dari seni budaya, Tari Jaipong telah menjelma menjadi salah satu simbol kebanggaan budaya daerah Sunda yang kini telah mendunia.

Sejarah Tari Jaipong

Tari Jaipong pertama kali diperkenalkan pada sekitar tahun 1970-an oleh salah satu seniman yang bernama Gugum Gumbira.

BACA JUGA:KDM Gubernur Jawa Barat vs Krisis Lingkungan, Serukan Budaya Lokal

BACA JUGA:Mengenal Rumah Adat Jawa Barat, Salah Satunya Tagog Anjing

Gugum mengaku jika tari jaipong terinspirasi dari berbagai jenis kesenian tradisional khas Sunda, seperti ketuk tilu, pencak silat, serta ronggeng, yang kemudian ia padukan untuk menjadi sebuah tarian baru.

Tarian inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya tari jaipong yang awalnya dikenal dengan nama “Ketuk Jaipong”.

Pada awal kemunculannya, Tari Jaipong pernah mendapat kritik karena gerakannya yang dianggap terlalu sensual dan berani. 

Akan tetapi, dengan pendekatan yang edukatif, akhirnya masyarakat Sunda dapat memahami bahwa tarian ini merupakan salah satu bagian dari seni yang memiliki nilai estetika tinggi serta merupakan ekspresi budaya yang mendalam. 

BACA JUGA:Melancong ke Jabar Tak Cukup ke Gedung Sate, Sempatkan ke Subang, Sejenak di Lembur Pakuan

BACA JUGA:Tempat Tinggal Dedi Mulyadi yang Disulap Menjadi Destinasi Wisata di Subang

Sejak saat itu, Tari Jaipong semakin diterima oleh masyarakat Sunda dan kemudian menjelma menjadi salah satu ikon seni pertunjukan di daerah Jawa Barat.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan