Jelang Idul Adha, Pemkab Mukomuko Bakal Gelar Pasar Murah
Kepala Disperindag Mukomuko. Nurdiana, SE, MAP-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Kabar baik bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Mukomuko. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko bakal menggelar pasar murah jelang perayaan hari raya Idul Adha tahun 2025. Setidaknya ada tiga kecamatan yang masuk dalam daftar lokasi kegiatan pasar murah. Yaitu Kecamatan Ipuh, Penarik dan Kota Mukomuko.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP ketika dikonfirmasi mengatakan.
Pasar murah yang akan dilaksanakan itu, bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sembako dan menekan inflasi menjelang Idul Adha 2025. Sedangkan untuk pelaksanaan kegiatan, rencananya akan dimulai minggu depan.
"InsyaAllah minggu depan kami akan mengadakan pasar murah di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Ipuh, Penarik, dan Kota Mukomuko untuk mengatasi lonjakan harga pangan jelang Idul Adha," katanya.
Ia menerangkan, setiap Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Mukomuko, setiap tahun selalu menjalankan program dalam rangka menghadapi Idul Adha, yaitu monitoring harga sembako di pasar-pasar dan pasar murah. Kenapa sasaran kegiatan pasar murah sering di Kecamatan Ipuh, karena di situ lah pencatatan statistik mengenai inflasi di Kabupaten Mukomuko. Untuk itu, tujuan pasar murah di Kecamatan Ipuh untuk meminimalisir atau menekan inflasi.
BACA JUGA:Pasar Murah TPID Bengkulu, Stabilkan Harga Sembako Jelang Lebaran
BACA JUGA:Operasi Pasar Murah Ludes Diborong Masyarakat PH, Wabup Turut Hadir
"Selain itu, supaya pencatatan inflasi di Kabupaten Mukomuko tidak terlalu tinggi karena di Kecamatan Ipuh ada pasar harian, dan tugas dinas menormalkan harga pangan di wilayah itu," ujarnya.
Ditambahkan Nurdiana, sedangkan jenis sembako atau bahan pokok yang dijual di pasar murah di tiga kecamatan itu meliputi telur, minyak, beras, gula, tepung dan bahan pokok lainnya. Selain itu, pihaknya juga mengajak kelompok tani yang tersebar di 15 kecamatan untuk berpartisipasi menjual berbagai jenis sayuran murah kepada masyarakat di pasar murah.
"Kami juga berusaha bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) karena tugas pengendalian inflasi merupakan tugas bersama, termasuk seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mukomuko," pungkasnya. (rel)
