Menguak Makna Totopong, Ikat Kepala Kang Dedi Mulyadi
Menguak Makna Totopong, Ikat Kepala Kang Dedi Mulyadi-Tangkapan Layar dari channel YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Kang Dedi Mulyadi atau yang sering dikenal dengan sebutan KDM mengakui sebagai Sunda Wiwitan yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat.
Tampilan khasnya yang begitu kental akan aksesori tanah Pasundan atau Tatar Sunda dari KDM adalah nyaris selalu tampil di publik mengenakan ikat kepala tradisional khas Sunda yang dikenal dengan Totopong.
Penampilan khas KDM ini bukan hanya sekadar aksesori belaka, akan tetapi manifestasi mendalam dari nilai-nilai budaya, serta mempertahankan jati dirinya.
Totopong Warisan Budaya Sunda
Totopong atau ikat kepala tradisional khas masyarakat Sunda ini biasanya terbuat dari kain polos berwarna hitam maupun yang bercorak khas, dan biasanya digunakan oleh kaum pria sebagai salah satu simbol ketegasan, kehormatan serta kebijaksanaan.
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Barbur Duit, Persib Dikasih Rp 1 Milyar, Ada yang Janggal? Ini Kocek KDM Versi LHKPN
BACA JUGA:Dedi Mulyadi, Umbu Anne dan Politik Purwakarta, Golkar ke Gerindra yang Kini Menduda
Dalam sejarahnya biasanya totopong dipakai oleh tokoh adat, para pejuang, hingga pemimpin masyarakat.
Dengan menggunakan totopong, secara tidak langsung Kang Dedi Mulyadi mempopulerkan kembali penggunaan totopong sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya lokal.
Sebagai salah satu tokoh yang lekat dengan identitas Sunda, KDM ingin sekali membangkitkan kembali rasa bangga terhadap tradisi yang mulai tergerus oleh oleh modernitas.
Dengan selalu menggunakan totopong dalam berbagai kesempatan, maka KDM memperlihatkan bahwa budaya lokal masih relevan serta layak ditampilkan di ruang publik.
Sebagai Simbol Perlawanan terhadap Globalisasi Budaya
BACA JUGA:Ternyata Ini Hobi Dedi Mulyadi, Sudah Memiliki 70 Karya
BACA JUGA:Dedi Mulyadi Si Anak Tentara yang Jadi Gubernur Jawa Barat
