Burung Hantu, Predator Alami Hama Tikus Sawah
Burung hantu sebagai predator alami hama tikus dijadikan salah satu strategi pengendalian hama dalam pertanian yang lebih ramah lingkungan.-Dok Pemkab Klaten-
RADARUTARA.BACAKORAN.CO - Di persawahan Indonesia, hama tikus telah menjadi momok yang mengancam hasil panen padi. Dalam semalam, puluhan hektare sawah bisa habis digerogoti oleh tikus yang lapar.
Batang padi yang baru tumbuh dicabut, benih dicuri, dan panen disapu habis. Dalam satu tahun, satu induk tikus bisa melahirkan ribuan keturunan, membuat siklus kehancuran ini seolah tak ada ujung.
Namun, ada harapan baru bagi petani Indonesia. Burung hantu, khususnya spesies Tyto alba, telah terbukti efektif sebagai predator alami hama tikus.
Dengan kemampuan memangsa hingga lima ekor tikus per malam, burung hantu dapat menjadi solusi yang ramah lingkungan dan efektif untuk mengendalikan populasi tikus di persawahan.
BACA JUGA: Hati-hati Dengan Tikus Dirumah Anda Karena Dapat Menyebabkan Berbagai Penyakit
BACA JUGA:Waspada Penyakit Berbahaya dari Kencing Tikus
Tyto alba, atau burung hantu barn, adalah spesies burung hantu yang dikenal adaptif terhadap iklim tropis dan tidak agresif terhadap manusia. Mereka memiliki kemampuan unik untuk terbang tanpa suara dan dapat memutar leher hingga 270 derajat, membuatnya menjadi predator yang efektif.
Owl Research Institute menyebutkan ada 250 jenis burung hantu tersebar di dunia. 54 jenis diantaranya ada di Indonesia, beberapa merupakan spesies endemik.
Merujuk data Kementerian Pertanian, burung hantu dapat menjangkau radius 12 kilometer dari sarangnya, membuatnya dapat mengendalikan populasi tikus di area yang luas.
Selain itu, burung hantu juga dapat memangsa tikus dalam jumlah signifikan di alam terbuka, membuatnya menjadi solusi yang efektif untuk mengendalikan hama tikus. Sekaligus mengurangi penggunaan racun kimia untuk hama tikus.
BACA JUGA:Diserang Virus, Tikus Hingga Burung, Panen Petani Anjlok Parah
BACA JUGA:Trik Mengusir Tikus di Kap Mobil, Ampuh Dan Mudah
Satu hal, pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami hama tikus telah menjadi salah satu strategi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Dengan menyediakan rumah burung hantu atau rubuha di lahan pertanian, petani dapat membantu meningkatkan populasi burung hantu dan mengendalikan populasi tikus.
